Home » , » GEMAR Mengguncang Simpang Lima Semarang

GEMAR Mengguncang Simpang Lima Semarang

Written By Redaksi KAMMI on Sunday, 14 February 2016 | 2/14/2016 12:50:00 pm

Ahad (14/2) ada yang berbeda di Simpang Lima Semarang. Puluhan perempuan peduli jilbab berkumpul sejak jam 6 pagi untuk meramaikan car free day.  Diresmikan pada 19 Desember 2010, Simpang Lima menarik minat masyarakat untuk menghabiskan waktu libur mereka dengan berolahraga. Selama car free day, Simpang Lima bebas kendaraan. Oleh karena itu "Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2016" dipusatkan di Simpang Lima.

KAMMI mengambil bagian dari GEMAR yang dipelopori oleh komunitas Peduli Jilbab dan PUSKOMDA Semarang Raya. " Gerakan ini bertujuan untuk mengalihkan isu hari Valentine yang bertepatan pada tanggal 14 Februari dan kita gunakan untuk hari berhijab", ungkap Marlina dari LSO Pemberdayaan Perempuan KAMMI Daerah Semarang.

Hari Valentine merupakan budaya barat yang telah mengakar kuat di Indonesia. Hari untuk merayakan kasih sayang dengan berbagai cara. Dengan mengetahui asal usul perayaan hari Valentine yang jauh dari Islam dan berdampak negatif, seharusnya kita sebagai generasi muda Islam meninggalkannya. Untuk mengalihkan perayaan tersebut, GEMAR menjadi salah satu solusi sekaligus mensyiarkan berjilbab syar'i di masyarakat.

GEMAR dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang mewajibkan menutup aurat yaitu “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. ( QS. An-Nuur: 31).

Dilanjutkan loongmarch mengelilingi simpang lima, tutorial jilbab syar'i serta pembagian jilbab syar'i kepada masyarakat. Terdapat stand konsultasi jilbab syar'i serta tanda tangan masyarakat yang mendukung GEMAR. "Harapannya masyarakat lebih paham dan pentingnya untuk berhijab", jelas Marlina.

Mensyiarkan salah satu perintah Allah SWT merupakan kewajiban kita. Bagaimanapun jilbab bukanlah trend dan fashion semata. Jilbab merupakan identitas muslimah. Seperti jargon GEMAR, berjilbab tanpa tapi tanpa nanti. " Sulit berdakwah di Semarang sehingga kita perlu dakwah kreatif untuk menarik minat masyarakat. Kita dapat berkonstribusi mensyiarkan berjilbab syar'i", ungkap Mariska, ketua regional Peduli Jilbab Semarang .

Berdakwah dapat dilakukan dengan dimanapun dan berbagai cara. Hal ini yang dilakukan Peduli Jilbab bekerja sama dengan berbagai elemen termasuk KAMMI. "Menyatukan berbagai komunitas Islam demi masyarakat Semarang yang belum tersentuh dengan dakwah kita," jelas Mariska.





















Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger