Home » » Mahasiswa Masa Kini: Pencetus Pembaharuan, Penerus Kemerdekaan

Mahasiswa Masa Kini: Pencetus Pembaharuan, Penerus Kemerdekaan

Written By Redaksi KAMMI on Friday, 5 June 2015 | 6/05/2015 10:06:00 pm


Bagaimana keadaan mahasiswa masa kini? Apa peran yang bisa dilakukan oleh mahasiswa masa kini untuk kemajuan Indonesia? Menengok sejarah Indonesia kebelakang, pemuda yang khususnya para mahasiswa memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan. Tahun 1926-1927, saat Bung Hatta menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia, beliau membuat sebuah buletin bulanan bertajuk ‘Indonesia Vrij’ atau Indonesia Merdeka. Pada akhir kepengurusan beliau, kumpulan buletin ini menjadi sebuah buku yang berisikan semangat Indonesia, meski saat itu Indonesia belum ada [1]. Hal ini menunjukkan peran mahasiswa Indonesia di Belanda yang memiliki rasa kecintaan terhadap tanah kelahirannya, hingga mereka mencetuskan buletin Indonesia Merdeka ketika negara Indonesia sendiri belum terbentuk. Cita-cita luhur mereka pun akhirnya menjadi kenyataan setelah 19 tahun kemudian. Bukti nyata bahwa impian untuk kemajuan Indonesia harus terus didengungkan meski kita sendiri belum tahu kapan akan terwujud. Mahasiswa masa kini bukan lagi sebagai pencetus kemerdekaan, tapi memiliki tugas yang tak kalah penting, yakni sebagai pencetus pembaharuan-pembaharuan dalam rangka meneruskan kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Hal yang perlu dilakukan oleh mahasiswa yaitu, terus menerus menciptakan gagasan-gagasan terbaik untuk Indonesia menurut bidang keilmuan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa.

Mahasiswa peduli sosial politik

Mahasiswa masa kini penting untuk melek politik. Seharusnya politik bukan lagi menjadi hal asing atau hal yang perlu dihindari, karena kehidupan kampus pun sangat dekat dengan politik. Bagaimana menentukan ketua angkatan, bagaimana menyampaikan argumen, bagaimana mengelola banyak orang, bagaimana berorganisasi di himpunan. Semua hal tersebut merupakan bagian dari politik. Maka mahasiswa harus mengerti dan mengawal politik yang terjadi di Indonesia. Bukan karena kepentingan pribadi, tapi karena politik memegang peranan penting dalam kepentingan orang banyak, yakni kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kurikulum pendidikan berganti-ganti karena politik, sistem pembayaran UKT muncul karena politik, harga BBM naik turun karena politik, bahkan kenyamanan yang kita rasakan saat ini ditentukan oleh kondisi politik. Sehingga tak ada lagi alasan untuk tidak peduli dan tak mau tahu perihal politik di Indonesia.

Selain itu, kepekaan sosial pun harus dimiliki para mahasiswa masa kini. Jika mahasiswa hanya fokus memikirkan akademik dan kepentingan pribadi saja. Dapat dibayangkan kehidupan Indonesia di masa depan yang semakin terpuruk dan terjajah secara martabat maupun ekonomi. Jangan sampai kemerdekaan ini hanya digunakan untuk berleha-leha tanpa merasa waspada akan ancaman yang sebenarnya ada di depan mata. Sekali lagi, ini adalah tugas mahasiswa untuk meneruskan kemerdekaan yang telah diraih dengan belajar tekun, berlatih mandiri secara ekonomi dan terjun langsung ke masyarakat.  Tahun 2013, Indonesia  tercatat sebagai salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2012 adalah sekitar 920 miliar dollar (USD) yang merupakan terbesar ke-17 di dunia. Konsultan ekonomi global memproyeksikan Indonesia sebagai negara ke-7 ekonomi terkuat pada tahun 2030 dengan 113 juta kebutuhan tenaga kerja terampil dan potensi 135 juta masyarakat kelas menengah. Ironisnya, statistik menunjukkan 50% rakyat Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari USD 2 per hari, dengan tingkat pengangguran 7% dari jumlah penduduk usia kerja [2].
Perkiraan bahwa Indonesia akan menjadi negara ke-7 dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 memang menjadi harapan segar di tengah kerumunan masalah sosial ekonomi saat ini. Namun, harapan tersebut hanya akan menjadi isapan jempol semata jika sumber daya manusianya tidak mumpuni. Dapat diambil benang merah bahwa tonggak kesuksesan itu terletak di pundak mahasiswa dan pelajar masa kini yang dalam 15 tahun ke depan pasti telah memegang pos-pos penting di negara ini. Keseriusan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di bidang keilmuan kini dipertaruhkan demi Indonesia lebih baik. Di negara manapun, ilmu pengetahuan adalah variabel global yang diterima umat manusia. Maka, jadilah expert di bidang ilmumu. Jadikan Indonesia yang benar-benar merdeka secara ekonomi, teknologi dan kedaulatan, karena nantinya kitalah yang akan menerima estafet kepemimpinan Indonesia.

Untuk apa Aksi?

Mahasiswa masa kini jangan hanya memikirkan diri sendiri, karena mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai kaum intelektual. Salah satu bentuk tanggung jawab ini yaitu dengan melakukan pengawalan terhadap berbagai isu dan kebijakan yang ada di negara ini. Peran strategis politik mahasiswa adalah ‘membahasakan’ pendapat dalam konteks yang bisa dipahami oleh pengambil kebijakan dalam bentuk rekomendasi. Bagaimana mahasiswa mampu menyampaikan dan mendesak secara langsung aspirasi ini kepada pemegang kebijakan terkait. Lebih lanjut, tentunya ‘pesan’ yang diutarakan mahasiswa memiliki bobot berbeda dan akan lebih besar gaungnya, tentu dengan catatan bahwa mahasiswa tersebut haruslah seseorang yang memiliki intelek dan integritas [3].

Apabila berbagai cara telah ditempuh dan suara rakyat masih tak jua didengar, maka aksi dipilih sebagai jalan terakhir yang ditempuh mahasiswa untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Aksi adalah bentuk kepedulian mahasiswa untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Menyuarakan kepada petinggi pemerintah dan menyuarakan kepada masyarakat luas, terutama pada masyarakat yang belum mengerti terkait permasalahan yang ada, serta menyadarkan masyarakat yang belum peduli tentang kondisi Indonesia. Meski terkadang dipandang sebelah mata, tapi inilah tanggung jawab kita terhadap rakyat Indonesia. Tentunya tanpa mengesampingkan tugas studi sebagai mahasiswa, terutama untuk menguasai bidang keilmuan yang nantinya juga digunakan untuk memperbaiki Indonesia. Dengan begitu, mahasiswa dapat mencetuskan ide-ide pembaharuan yang relevan dengan teknologi masa kini dan memperhatikan dampak atau manfaatnya untuk masyarakat luas. Kalau bukan kita yang memperjuangkan hak rakyat dan mengawal jalannya pemerintahan, maka bentuk Indonesia seperti apa yang kita harapkan ke depan?

Referensi:
[1] Catatan Akhir: Perjalanan Setahun Ini oleh Ridwansyah Yusuf Achmad (SekJend PPI Belanda 2012-2013)      
[2] Menyalakan Obor Kebangkitan Pemuda Indonesia oleh Ridwansyah Yusuf Achmad (SekJend PPI Belanda 2012-2013)
[3] PPI Untuk Indonesia oleh Ridwansyah Yusuf Achmad (SekJend PPI Belanda 2012-2013)




Oleh: Husna Mafaza (Kestari KAMMI MIPA UNDIP 2015)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger