Home » , » Perayaan Isro’ Mi’roj Jangli - KAMMI Komisariat MIPA

Perayaan Isro’ Mi’roj Jangli - KAMMI Komisariat MIPA

Written By Redaksi KAMMI on Saturday, 23 May 2015 | 5/23/2015 03:28:00 pm


KAMMI MIPA UNDIP -- 27 Rajab 1436 yang bertepatan dengan 16 Mei 2015 umat islam sedang berbahagia karena pada tanggal tersebut merupakan hari besar baginya. Dimana Rasulullah SAW melakukan perjalanan jauh dalam 1 malam dengan mengendarain buroq ( kendaraan khusus yang disediakan Allah SWT untuk perjalanan tersebut ) pada 27 rajab yaitu isro’ mi’roj. Perjalanan dari masjidil haram menuju masjidil aqsha yang disebut isro’ dan dari masjidil aqsha menuju sidrotul muntaha ( langit ke-tujuh yang berujung ke syurga ) yang disebut mi’roj. Demikianlah sedikit cuplikan tentang perjalanan isro’ mi’roj yang dilakukan Rasulullah dalam waktu semalam.

Jangli, sebuah kelurahan yang berada di kecamatan Tembalang di kota Semarang. Warganya yang mayoritas muslim, tentu tidak mau ketinggalan untuk meramaikan peringatan isro’ mi’roj yang merupakan hari besar bagi umat muslim tersebut. Mereka meramaikan peringatan tersebut dengan keliling kampung membawa arak-arakan yang terbuat dari lidi yang di bungkus oleh kertas yang sudah dipotong sesuai bentuk yang diinginkan, warga setempat biasa menyebut itu dengan nama sunduk dan disusun dengan menggunakan bambu dan pelapah batang pohon pisang sehinga yang terbentuk seperti bunga raksasa. Rombongan ini berjalan kaki mengelilingi kampung dan mendapat apresiasi dari warga sekitar yang dengan antusiasnya ikut meramaikan perjalanan mereka dengan berebut sunduk yang dibawa rombongan.

Dari garis start, bambu yang digunakan untuk meletakan sunduk berisi penuh. Bambu yang dibawa ada 5 bambu yang dibawa 3 santri laki-laki dan 2 santri perempuan. Oleh karena antusias warga yang cukup tinggi, ditengah perjalanan dalam arak-arakan sunduk tersebut warga yang di lewati pasti berusaha meraih sunduk yang tersusun diatas bambu sehingga pada garis finish sunduk yang disusun diatas bambu habis tinggal bambu dan pelapah pohon pisang. 

Rombongan yang ikut keliling memutarkan sunduk-sunduk itu adalah anak-anak kecil yang setiap hari mengaji di TPQ setiap sore. Yang paling kecil dari mereka masih duduk dibangku TK, dan yang paling besar dari mereka sudah kelas VII SMP tetapi rata-rata mereka duduk dikelas IV-V SD. Mereka berjumlah sekitar 60 anak.

Kebiasaan meramaikan setiap ada perayaan hari besar islam selalu mereka agendakan setiap tahun. Dimana agenda tersebut dipimpin oleh seorang ustadzah yang biasanya mengajar ngaji setiap sore dan didukung oleh mahasiswa Undip yang menjadi pengurus KAMMI departemen Sosmas ( Sosial Masyarakat ). 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger