Home » , , , , , » KAMMI Semarang : Kritisi Kinerja Pak Walikota, Mahasiswa Ditagih Janji yang telah Dilunasi

KAMMI Semarang : Kritisi Kinerja Pak Walikota, Mahasiswa Ditagih Janji yang telah Dilunasi

Written By Redaksi KAMMI on Saturday, 25 April 2015 | 4/25/2015 11:53:00 am

SEMARANG, kammisemarang.or.id – Jumat, 24 April 2015 bertepatan dengan pelaksanaan sidang paripurna LKPJ AMJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan), puluhan mahasiswa yang terhimpun dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang menggelar aksi tepat di depan pintu Gedung DPRD Kota Semarang.

Aksi yang dipimpin oleh Ketua KAMMI Semarang M. Khanif Nasukha, menilai kinerja Pemerintah Kota Semarang yang belum berhasil mewujudkan Kota Semarang setara dengan kota – kota besar lainnya. Hal ini disebabkan karena targetan yang telah dipatok pemkot sangat minimal sehingga tidak ada prestasi yang signifikan. Menurutnya, visi Kota Semarang saat ini hanya menjadi sebuah angan-angan kosong yang hanya dijadikan jargon saja tanpa realisasi nyata.

Dalam aksi tersebut, mereka menggelar aksi teatrikal dengan menganugerahkan “Piala Citra Tanpa Prestasi” kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Hal ini menggambarkan bahwa hanya ada pembangunan citra baik dengan banyak terpampangnya foto Walikota dimana-mana. Pencitraan maksimal, namun prestasi minimal.

Berdasarakan kajian dan diskusi yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk kajian yang menghadirkan Wali Kota Hedrar Prihadi sebagai narasumbernya dan pada saat itu berhalangan hadir, terdapat banyak catatan merah yang krusial selama kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, diantaranya :
  1.  Pengentasan angka kemiskinan yang cenderung stagnan yang hanya turun 4% saja, yaitu masih ada 373.978 warga miskin Kota Semarang dari 1.739.989 jiwa, yaitu sekitar 21% warga miskin kota.
  2.  Penanganan banjir dan rob yang tidak optimal, sehingga menambah titik-titik banjir yang semakin banyak.
  3. Pembangunan infrastruktur yang lambat, terutama pembangunan transportasi yang tidak sesuai target padahal anggaran yang telah dialokasikan cukup besar.
  4. Ruang Terbuka Hijau yang pembangunannya setengah hati, hanya tercapai 9% dari target 20% RTH Kota Semarang.
  5. Hilangnya kas daerah 22,7 M menunjukkan lemahnya pengamanan uang rakyat.
  6. Misteri pembelian Oudetrap 8,7 dan Kontroversi Rencana Pembangunan Trans Studio di area TBRS.

Aksi tidak mendapat perlindungan khusus dari pihak keamanan, dan berjalan secara damai. Mahasiswa sempat berusaha memasuki ruangan rapat paripurna berlangsung untuk bertemu dan menyerahkan langsung Piala Citra tanpa Prestasi kepada Walikota, Hendrar Prihadi. Usaha memasuki ruangan, dihadang oleh petugas Satpol PP, hingga tidak bisa memasuki ruangan, dan langsung mendapat perlindungan penuh dari petugas Satpol PP.  Setelah itu tiba-tiba Kepala Kesbangpol Pemkot Semarang, Kuncoro keluar dan memberikan statmen.

Kuncoro mengatakan “Tahun 2014 KAMMI dapat dana hibah 20 juta, apa itu bukan prestasi dari Pemkot Semarang ?, Pemerintah mana yang memberi dana hibah ke KAMMI 20 juta ?. 
Padahal dana hibah adalah hak bagi organisasi kemasyarakatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 39 Tahun 2012.  Dalam Statmen itu pak Kuncoro menganggap dana hibah adalah dana untuk membungkam suara masyarakat.     

Selain itu Kuncoro juga menagih LPJ dana hibah yang telah diberikan pemkot. Padahal, laporan keuangan dana hibah yang diberikan telah rampung dilaporkan di tahun 2014 yang sampai saat ini masih lengkap semua berkasnya.

Pembelaan dari pihak Pemkot Kota Semarang meluas hingga pembahasan penampilan salah satu orator aksi yang hanya memakai sandal jepit. Pemkot dianggap tidak merakyat ketika seorang yang memakai sandal jepit dirasa tidak pantas memasuki Gedung Mewah DPRD Kota Semarang.


Aksi ditutup dengan do’a bersama, sebagai bentuk aksi damai dan bentuk permohonan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang agar selalu amanah menjalankan tugas rakyat. Aksi diakhiri dan bersalaman dengan pihak pemkot Kota Semarang serta petugas Satpol PP yang berada di tempat kejadian. -Redaksi KAMMI Semarang-
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger