Home » » Analisis Tafsir Muslim Negarawan dalam Kepemimpinan Indonesia

Analisis Tafsir Muslim Negarawan dalam Kepemimpinan Indonesia

Written By Redaksi KAMMI on Monday, 27 October 2014 | 10/27/2014 02:19:00 pm

Indonesia memasuki ulang tahun kemerdekaannya yang ke-69, selama kurang lebih empat abad, bangsa Indonesia telah berjuang keras untuk mencapai kemerdekaan, bebas terjajah secara de facto oleh para penjajah Barat. Perjuangan kemerdekaan Indonesia, tidak lepas dari peran para ulama dan santri. Merekalah tonggak perjuangan bangsa ini untuk menyongsong kemerdekaan. Akhirnya kemerdekaan yang didambakan terwujud, semuanya dapat bersatu demi sebuah kata merdeka.
Indonesia mengalami berbagai gejolak dalam masa tumbuhnya sebagai negara merdeka. Peristiwa 1998 menjadi fase baru bagi Indonesia, era reformasi. Benar Era reformasi membawa wajah baru bagi Indonesia, kebebasan individu terekspresi bahkan terkadang meluap. Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan alam. Tapi pada era inilah beberapa perusahaan milik Indonesia dijual ke asing. Indonesia dirasa belum mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri dengan segala kelebihan luar biasa yang selalu dicari bangsa lain.
Dan saat ini, pemilihan presiden akan berlangsung 9 April nanti. Tahun 2014, pilpres hanya diikuti dua pasangan kandidat. Kampanye hitam masih sering mewarnai pilpres kali ini. Bagaimana Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain, jika nilai-nilai kejujuran, ketegasan, keberanian, rela berpikir berat untuk Indonesia saja tidak dibumikan.
Bertolak dari latar belakang itulah KAMMI sebagai pergerakan mahasiswa mempunyai visi untuk mencetak kader-kader pemimpin dalam rangka menjadikan Indonesia negara dan bangsa yang islami. Seorang kader KAMMI harus memiliki karakter “muslim negarawan”
Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia, Muslim adalah penganut agama Islam, sedang negarawan adalah seseorang yang ahli dalam kenegaraan; ahli dalam menjalankan negara (pemerintahan); pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan.
tafsir paradigma kammi, kammi, kammi semarang, kammi jawa tengah, dakwah, dakwah kampus, mahasiswa, pergerakan islam
Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat, profil muslim negarawan adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.
Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya , yaitu mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi, semangat keimanan yang kuat, dan kompetensi yang tajam.
Setidaknya ada lima karakter Muslim Negarawan yaitu:
  1. Memiliki ideologi Islam yang mengakar; Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia merupakan misi KAMMI. Keislaman, keimanan dan ketaqwaan merupakan modal utama seorang pemimpin dalam setiap aktifitasnya. sehingga menjadikannya selalu berada dalam bingkai ketundukan pada Allah swt semata. Seorang pemimpin yang memiliki kepehaman Islam yang integral akan selalu menggunakan Al-Qur’an dan Hadits untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan.
  2. Memiliki basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan; Dalam hal kelilmuan seorang pemimpin harus lebih baik daripada rakyatnya, karena ia dituntut untuk mampu menyelesaikan berbagai masalah umat yang dipimpinnya. Ia juga harus memiliki pemikiran yang mapan, tidak goyah ketika ada pemikiran-pemikiran baru yang mencoba untuk merasukinya. Ia terbuka dengan pemikiran baru tapi tidak menerimanya secara mentah-mentah. Seorang Muslim Negarawan merupakan orang yang selalu menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik yang dimilikinya, sehingga ia menjadi orang yang selalu berkembang dan bisa mengikuti arus zaman.
  3. Idealis dan konsisten; Seorang muslim negarawan harus mempunyai cita-cita gambaran ideal Indonesia kedepan, bagaimana mewujudkannya, dan bagaimana mem-pertahankannya. Ia juga harus konsisten di setiap langkah geraknya, jika ia mundur satu langkah, maka ia harus maju tiga langkah.
  4. Terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat dan bangsa; Seorang muslim negarawan adalah orang yang harus terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat, seorang yang bisa memecahkan masalah umat dan bangsa akan dicintai. Ia juga mungkin menjadi perantara rahmat Allah sehingga pahala kebaikan akan megalir deras untuknya.
  5. Menjadi perekat berbagai komponen demi kemajuan bangsa; Ia harus bisa menjadi perekat berbagai komponen, mampu menggerakkan mereka untuk Indonesia yang lebih baik.
Kehadiran muslim negarawan yang lebih mementingkan kepentingan umat dan bangsa daripada kepentingan pribadi adalah sebuah keniscayaan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Kepemimpinan yang melayani itulah yang dibutuhkan oleh sebuah bangsa.
ReferensiSuryanegara, A.M. 2009. Api Sejarah. Salamadani Pustaka Semesta: Bandung.http://kbbi.web.id/pimpin
Sumber :
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

4 Jun 2016, 16:22:00

salam sukses dari lenovo, terima kasih telah diijinkan berkunjung ke situs anda.
Lenovo K900
Lenovo A6000
Lenovo A7000
Lenovo A369i

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger