Home » » Bencana dan Negeriku

Bencana dan Negeriku

Written By Redaksi KAMMI on Wednesday, 25 June 2014 | 6/25/2014 08:07:00 am


Sebuah Negeri  entah berantah

Tiga setengah abad dibawah naungan penjajah
Mereka merdeka dengan susah dan payah
Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Orde Lama pun tiba menaunginya
Nasakom Mewarnai catatan buruknya
Karenanya komunis tumbuh subur dimana-mana
Nyawa pahlawan revolusilah yang jadi korbannya
Konspirasi pun terjadi
Sejarah kemudian berganti
Orde baru muncul menjadi solusi
Solusi yang membunuh rakyatnya sendiri
Dosa telah dimulai sejak awal kemerdekaan
Namun kebenaran hanya berbisik dalam hati para korban
Tak ada yang berani muncul ke permukaan
Karena takut dengan moncong senapan
Biarlah, biarlah, dan biarlah..
Biar tuhan yang menghakiminya, bisik hati rakyat jelata
Lancangnya lidah berkata!
Jika tuhan berkehendak, maka pertiwi akan binasa
Reformasi pun tiba
Angin segar berhembus dengan lembutnya
Melalaikan tubuh yang terkena
Delapan tahun lamanya, waktu terbuang sia-sia
Ku rindu kesejahteraan yang dijanjikan
Bak putri menunggu pangeran yang tampan
Kuputuskan untuk memendamnya dalam bentuk perasaan
Sambil berharap mu’jizat datang menyelesaikan
Ya, benar saja apa yang ku kata
Mu’jizat dari do’a pendahulu kita yang teraniaya
Dikabulkan oleh tuhan yang maha bijaksana
Biar tuhan yang menghakiminya, 
begitulah do’a yang terekam dalam kepala
Rshshshshs… Tsunami mulai menghantam ujung sumatera
Brak, brakk, brakkk… Gempa memporak-porandakan Jogjakarta
Byuuurrr… Disusul banjir ibukota yang tiada hentinya
Itu hanya permulaan dari tuhan yang maha mengingatkan
Sejak reformasi datang
Musibah hadir tanpa di undang
Nyawa manusia melayang tanpa pandang
Hanya bisa meringis, menangis, dan meradang
Ya tuhan.. Dosa apa negeriku?
Salah apa negeriku?
Sampai tega menghandirkan bencana yang tak berbuntu
Sampai tega mengadzab tanpa pandang bulu
Apa yang kau kata?!
Sombongnya engkau manusia!
Dicipta, tapi menghakimi yang mencipta
Kebodohanmu menelanjangi akal yang sempurna
Lihatlah dirimu!
Banyak kotoran yang menempel dibajumu
Namun kau acuh tak acuh akan itu
Berbenahlah, dan bersihkan dengan detergen yang jitu
Bencana dan negeriku..
Bagai bunga dan kupu-kupu
Bencana dan negeriku..
Bagai hilir dan hulu
Bencana dan negeriku..
Bagai rahang dan untu
Sampai kapan hubungan ini bertahan? 
Entahlah, hanya tuhan yang tahu..
Oleh Zamakhsari Al-Hamid, Sekum Komisariat KAMMI MIPA 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger