Home » » Melihat Kesamaan, Bukan Perbedaan

Melihat Kesamaan, Bukan Perbedaan

Written By Agus Subkhi Hermawan on Monday, 12 August 2013 | 8/12/2013 09:38:00 pm

Lingkaran, Ukhuwah, Perbedaaan, Kesamaan, KAMMI, Semarang, Jawa Tengah, Pelajaran, Santri, Ustad, Perjuangan
Dahulu, dikala aku masih duduk dibangku madrasah diniyah. Pak ustad pernah memberikan pelajaran yang sampai sekarang masih tergores diingatan. Pelajaran yang diberikan memang hanya matematika, tapi matematika ini melampaui ilmunya.

Anak-anak tahu gambar ini ?” Pak ustad mengajar anak didiknya. Sambil membuat sebuah gambar seperti roda. Ya, itu gambar lingkaran. Lebih tepatnya 2 lingkaran yang digabung.

Sisi kiri ini adalah harakah A, dan sisi kanan adalah harakah B, sedangkan sisi ini (sambil menunjuk area kecil hasil dari tabrakan 2 lingkaran) adalah kesamaan antara keduanya.” Sang ustad dengan tartil menjelaskan.

Sekarang coba jelaskan isi dari bidang ini (persamaan ) ?” Tanya sang ustad.

Maka para santri banyak sekali memberi masukan, mulai dari Islam agamanya, sama-sama memperjuangkan Risalah Allah dan Rasul-Nya, disatukan dalam ikatan iman, dst. Pak ustad membenarkan.

Kemudian guruku pun menambah satu buah lingkaran lagi. Seperti awal dia menjelaskan tentang perumpamaan lingkaran dengan harakah A,B, dan C.

Silahkan sebutkan apa yang bisa mengisi bagian yang sama diantara 3 lingkaran ?” Pertanyaan dari guruku dengan mimik yang lebih serius.

Seperti biasa, murid-murid secara bersamaan menjawab pertanyaan dari ustad kami. Namun mimik muka guru kami tidak bisa ditutupi, dia masih merasa kurang puas dengan jawaban semua muridnya.

Sambil menghela nafas,” Para santri, hikmah dari guru memberikan pertanyaan tadi, sebenarnya pak guru ingin menunjukan, bahwa bidang dimana meliputi 3 lingkaran. Karena terlalu kecil, tugas kita adalah memperbesarnya, sehingga persamaan kebaikan antara muslim satu dengan muslim lain lebih banyak dibanding perbedaannya, dan berlaku juga untuk seluruh harakah, tujuannya apa ? supaya kita, umat Islam tidak terpecah belah. Lebih memikirkan hal-hal cabang, dibanding hakekat kesatuan dan perjuangan umat Islam itu sendiri.

Kami tertegun, dan merenungi perkataan guru kami tentang hakekat persamaan yang akan melahirkan persaudaraan, bukankah sesama muslim adalah saudara ?

“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.” (HR.Muslim)

Saudara yang dimaksud bukan saudara sekandung saja, apalagi segolongan. Tetapi saudara seaqidah.


Ya, guru kami benar. Setiap Muslim adalah saudara.

Agus S. Hermawan (@im_subhan on twitter)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger