Home » » Konsisten di Jalan Islam

Konsisten di Jalan Islam

Written By Agus Subkhi Hermawan on Saturday, 17 August 2013 | 8/17/2013 10:54:00 am

KAMMI Semarang, Jawa Tengah, Islam, Iman
Dalam Musnad Imam Ad-Darimi, Ibnu Mas'ud berkisah: Suatu hari Rasulullah SAW membuatkan sebuah garis untuk kami dan bersabda, ''Ini adalah sabilullah (jalan Allah).'' Kemudian beliau membuat sejumlah garis di sebelah kiri dan kanannya sembari bersabda, ''Itu semua jalan-jalan (subul) di mana pada setiap jalan (sabil) ada setan yang menyeru kepada jalan-jalan tersebut.'' Beliau lalu membaca sebuah ayat di dalam Alquran (Al-An'am: 153) yang bunyinya, ''Ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan kepadamu agar kalian bertakwa.'' 

Memperjelas kisah dan ayat ini, Imam Al-Qurthubi di dalam tafsirnya mengatakan bahwa shiroti (jalan-Ku) yang lurus adalah dinul (agama) Islam. Maka, makna ayat di atas adalah: ''Inilah jalan Islam yang lurus, ikutilah ia. Dan janganlah mengikuti jalan-jalan selain Islam.'' 

Sedangkan mengenai subul (jalan-jalan), Az-Zamakhsyari dalam tafsir Al-Kasysyaf mengatakan bahwa subul adalah jalan-jalan hidup yang berselisih dengan dinul Islam seperti ajaran Yahudi, Nasrani, dan Majusi, termasuk jalan-jalan hidup yang dibuat oleh para ahli bid'ah. 

Apabila kita gali lebih dalam, sesungguhnya makna ayat di atas dapat dikembangkan lebih jauh. Sebab, seiring dengan perkembangan hidup manusia, tumbuh pula berbagai macam ideologi, pemikiran, dan jalan hidup baru selain yang telah berkembang di masa lalu. Banyak subul (jalan-jalan) sesat bercorak modernisasi yang berkembang dalam kehidupan manusia mengiringi tumbuhnya Islam sebagai jalan yang lurus. Ideologi-ideologi berkembang dengan dan menipu manusia dengan menawarkan konsep-konsep kehidupan jahiliyah gaya baru. 

Kapitalisme (ra'sumaliyah), misalnya, berkembang dengan mengusung agenda kebebasan, menawarkan liberalisasi dan demokratisasi di semua lini kehidupan. Di sisi lain sosialisme (suyu'iyah) ikut pula menghipnotis pemikiran kaum Muslim dengan mengedepankan agenda persamaan derajat (equitisme). Keduanya adalah subul (jalan-jalan) lain yang berselisih dengan agama Islam. 

Bagi seorang Muslim, memegang jalan Islam adalah segalanya. Jalan-jalan selain Islam bukanlah jalan yang baik untuk membangkitkan umat. Terbukti ketika umat berpegang teguh kepada jalan-jalan selain Islam, umat kontan terpecah belah. 

Untuk itu, sabda Nabi SAW berikut ini patut untuk kita renungkan: ''Kutinggalkan kalian dalam keadaan malamnya sama dengan siangnya. Dan tidaklah seseorang sesudahku menyimpang darinya melainkan binasa. Siapa saja di antara kalian yang hidup, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, kalian wajib mengikuti sunahku dan sunah khulafaur-rasyidin yang mendapat hidayah. Gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi graham kalian.'' (HR Ibnu Majah).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger