Home » » Lintasan Sejarah KAMMI

Lintasan Sejarah KAMMI

Written By anton saputra on Wednesday, 31 July 2013 | 7/31/2013 10:57:00 am


KAMMISemarangTerlahir dalam masa reformasi Indonesia, KAMMI tak bisa dipisahkan dari aksi-aksi massa untuk perbaikan  bangsa. Pada tiap aksi massa, KAMMI mengajak komponen masyarakat dari  berbagai kalangan. Berikut catatan sebagian aksi KAMMI:

9 April 98, Gelanggang Mahasiswa UGM, Yogyakarta
Rapat akbar sekitar 800 mahasiswa, menuntut reformasi politik dan ekonomi.
10 April 98, Lapangan Mesjid Al-Azhar Jakarta
Rapat  akbar sekitar 5.000 mahasiswa UI, UGM, ITB, Unair, IPB dan rakyat jabotabek  menuntut reformasi total (ekonomi, politik, hukum) dan penghapusan KKN.
13 April 98, Masjid Nuruzzaman Unair, Surabaya 
Rapat akbar  sekitar 1000 mahasiswa dan masyarakat, menuntut pemerintah agar serius memperbaiki keadaan bangsa.
14 April 98, Kampus Unibra, Malang
Rapat akbar  sekitar 200 utusan berbagai universitas se-Jawa, menyampaikan beberapa kritik terhadap pemerintah dan menuntut segera dilakukan reformasi.
20 April 98, Kampus Barangsianang IPB, Bogor
Rapat akbar  sekitar 600 mahasiswa utusan universitas di Jawa, Sumatera, Bali, Mataram, menuntut reformasi total di bidang politik, ekonomi dan hukum.
23 April 98, Depan Gedung Pusat UNS, Solo
Rapat  akbar Sekitar 1000 mahasiswa dan rakyat dari Jawa Tengah dan DIY menuntut reformasi total.
24 April 98, Bulevar UGM Yogyakarta
Rapat akbar sekitar 20.000 mahasiswa dan rakyat, menuntut reformasi total secara damai.
25 April 98, Halaman Kampus UNDIP, Semarang
Rapat akbar sekitar 1.000 mahasiswa dan rakyat menuntut reformasi total. KAMMI  Jateng menolak pencalonan kembali H. Soewardi sebagai calon gubernur Jateng periode 1998-2003.
28 April 98, Halaman Masjid Pontianak
Rapat akbar sekitar 100 orang  mahasiswa, menuntut reformasi politik, ekonomi, hukum maupun budaya, serta pemberantasan KKN.
1 Mei 98, Alun-alun Bangil, Jatim
Rapat akbar sekitar 150 mahasiswa,  santri dan rakyat, bertema komitmen moral dan agenda reformasi nasional.
2 Mei 98, Bundaran kampus ITS
Apel terbuka sekitar 500 mahasiswa dan santri Jawa Timur
4 Mei 98, Gedung DPRD I Jatim
Aksi protes KAMMI kepada anggota DPRD I Jatim seputar masalah ekonomi.
8 Mei 98, Kampus Universitas Udayana, Bali
Rapat akbar sekitar 100 mahasiswa dan masyarakat menuntut reformasi menyeluruh.  Aksi pada hari yang sama dilakukan KAMMI Sumatera yang melibatkan sekitar 6.000 massa di IKIP Padang.
15 Mei 98, Masjid Al Azhar Jakarta
Rencana aksi  di gedung DPR/MPR diganti tabligh Jumat di Masjid Al Azhar, karena kondisi Jakarta mencekam akibat kerusuhan massal 14 Mei 1998
18 Mei 98, RRI Malang
KAMMI Malang bersama berbagai organisasi pemuda Jatim menyiarkan  tuntutan reformasi total dan menyerukan masyarakat agar tidak melakukan kerusuhan.
19 Mei 98, Depan Biro Rektorat USU, Medan
Rapat akbar lebih dari 3.000 mahasiswa dan rakyat Sumatera menuntut perbaikan bangsa. Aksi yang sama diadakan KAMMI Lampung.
20 Mei 98, Kantor Redaksi Harian Surya, Surabaya
Empat puluh  anggota KAMMI wilayah V (Jatim, Bali, NTB, NTT, Timtim) memberikan pernyataan sikap berkaitan dengan situasi terakhir Indonesia.
20 Mei 98, Jakarta
Rencana aksi massa  bersama Dr. Amien Rais akan melibatkan satu juta warga ibukota dan luar Jakarta.  Rencana ini, meskipun diurungkan karena represi aparat keamanan yang berlebihan,  memberi desakan yang kuat bagi lengsernya Soeharto dari kursi presiden.

22 Mei 98, masjid Al Azhar Jakarta
Sujud syukur atas lengsernya Soeharto  dari kursi presiden, dan penegasan komitmen untuk meneruskan reformasi. Dihadiri sekitar 20.000 mahasiswa dan rakyat Jabotabek, bersama Dr. Amien Rais.  KAMMI memberikan penghargaan kepada para mahasiswa Trisakti yang  gugur. Aksi sujud syukur serupa juga diadakan di berbagai jaringan wilayah/daerah KAMMI se-Indonesia.

25 Mei 98, Depan gedung DPRD Sumatera Barat
Sekitar  4.000 massa KAMMI Sumbar dan Mahasiswa Sumatera menuntut penghapusan  KKN, dan menggugat keberadaan Hasan Basri Durin dalam Kabinet Reformasi Pembangunan.
16 Juni 98, Depan kantor Gubernur Sumsel
Aksi moral  lebih dari 600 mahasiswa dan masyarakat Sumsel menuntut penghapusan KKN penyakit moral lainnya.

Juni-Agustus 98
Krisis ekonomi  berkepanjangan mendorong KAMMI melakukan aksi-aksi sosial membantu kebutuhan  pokok warga masyarakat. Aksi-aksi sosial ini dilaksanakan tanggal  26 Juni, 19 Juli, 2 Agustus dan 6 Agustus 98, di berbagai daerah Indonesia. Di samping itu, KAMMI merekam wacana reformasi dan permasalahan yang berkembang di masyarakat  melalui media buletin KAMMI dan dokumentasi tim audio visual "M.Screen".

30 Agustus 98, Jakarta
KAMMI Pusat menggelar bedah buku "Amien Rais Sang  Demokrat" dan "Islam Solusi Problematika Ummat"

1 September 98, Jakarta
KAMMI Pusat mengadakan diskusi panel menguak kekerasan  terhadap perempuan pada kerusuhan media Mei 98.

1-4 Oktober 98, Jakarta
KAMMI  mengadakan Muktamar Nasional pertama. Muktamar menegaskan paradigma KAMMI adalah paradigma da'wah,  bukan sekedar paradigma politik. Cita-cita KAMMI membangun masyarakat madani,  merupakan proses panjang dengan tahapan-tahapan yang perlu perjungan serius dari generasi ke generasi. Muktamar juga menetapkan KAMMI secara  bertahap berubah menjadi Organisasi Massa.

22 Oktober 98, Jakarta
Delegasi KAMMI menemui ABRI/Wiranto untuk merespon pembunuhan keji terhadap ulama dan warga Banyuwangi dan sekitarnya. KAMMI menuntut tanggung  jawab ABRI atas peristiwa ini, serta membagikan hasil investigasi KAMMI di lapangan.
Menjelang Sidang Istimewa MPR 10-13 November 98
KAMMI membawa  wacana kritis untuk didesakkan kepada MPR yang akan bersidang istimewa,  dan tak mau terjebak pada polemik dukung-tolak SI. SI hanyalah momen, yang  mau tak mau harus dilalui sesuai konstitusi. Agenda-agenda yang menjadi tuntutan rakyat perlu  disuarakan dengan jelas. Berbagai aksi KAMMI di seluruh Indonesia membawa  empat tuntutan ini:
(1) Percepat Pemilu yang luber dan jurdil
(2) Cabut  Dwifungsi ABRI
(3) Cabut Azas Tunggal
(4) Adili Soeharto dan kroni-kroninya.
Keempat tuntutan ini kemudian dikenal dengan "Ultimatum Salemba"  karena pada tanggal 9 November 98 disampaikan secara massal di Salemba.
29 Oktober 98

Aksi damai 500 mahasiswa Jabotabek di DPR/MPR, membawa tuntutan sama dengan materi "Ultimatum Salemba"

6 November 98, Kampus UI Salemba
KAMMI bersama dengan Forum Salemba mengeluarkan "Ultimatum Salemba" dihadapan sekitar 50.000 massa mahasiswa dan rakyat Jabotabek dan Yogyakarta.

9-10 November 98
Delegasi KAMMI Pusat menyampaikan tuntutan yang sama dengan materi "Ultimatum Salemba" kepada FPP (9 November) dan kepada FKP (10 Nevember)
Pasca Sidang istimewa MPR November 98
KAMMI tetap konsisten  pada aksi-aksi non-anarkis. KAMMI menyatakan sejumlah pernyataan  sikap menyikapi situasi terakhir, termasuk keprihatinan atas gugurnya  mahasiswa dalam Insiden Semanggi 13 November. KAMMI bertekad selamatkan demokrasi, hindari anarki dan teruskan perjuangan.

Sumber: KAMMI Jaringan Wilayah Jerman
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger