Home » » KAMMI Merah & Kota Merah (Bag. 2)

KAMMI Merah & Kota Merah (Bag. 2)

Written By anton saputra on Monday, 29 July 2013 | 7/29/2013 11:35:00 am


      KAMMISemarangHari itu, teriakan-teriakan serempak ribuan pribumi kegirangan menyambut kedatangan Sneevliet di stasiun kereta Kota Semarang. “Hidup Sneevliet! Hidup Sneevliet! Hidup Sneevliet!”. Sambutan tersebut dilanjutkan dengan arakan warga pribumi sembari memanggul Sneevliet di pundak mereka menuju pintu gerbang stasiun. Dari stasiun kereta, Sneevliet dan pendukungnya pawai beriringan menuju pusat kota. Kekhawatiran akan kedatangan Sneevliet disambut oleh kerumunan massa, penjagaan polisi demi keamanan pun diperketat. Merasa kewalahan dan tak sanggup mengatasi keadaan, kepala polisi meminta Sneevliet untuk menyelesaikan pawai akbar tersebut. 

        Sneevliet memanjat tiang lampu, seruannya diikuti gerumuh pribumi, tak ayal teriakannya diikuti oleh mereka. Menuruti permintaan kepala polisi, Sneevliet hanya menyampaikan ucapan terima kasih pada pendukungnya serta meminta agar mereka membubarkan diri. Tak lama kemudian kerumunan pun bubar.

        Ketidaksanggupan polisi mengawali kekhawatiran pemerintah makin bertambah, bahwa peristiwa tersebut jelas bahwa Sneevliet dicintai oleh pribumi. Dikutip dari pemberitaan Sinar Djawa.

       Berbeda dari kebanyakan warga Belanda, sikap Sneevliet menentang arus ini menuai simpati di kalangan tokoh pergerakan bumiputera, tidak terkecuali organisasi besar Serikat Islam (SI) khususnya Serikat Islam Afdeling Semarang.


       Pertemuan pertama Sneevliet dengan Serikat Islam (SI) berlangsung begitu saja, keakraban mulai terjalin semenjak tulisan-tulisan Sneevliet dimuat di media-media rakyat saat itu dan semakin menguat ketika persidangan Sneevliet berlangsung.

       Banyak sekali kerjasama yang dibangun antara Sneevliet dan Serikat Islam Afdeling Semarang. Hubungan timbal balik yang terjadi adalah Sneevliet membutuhkan dukungan massa dan kekuatan dari Serikat Islam, Serikat Islam memiliki ketertarikan yang besar terhadap gagasan perlawanan yang dibangun Sneevliet. Hal ini yang akhirnya melahirkan gerakan Serikat Islam Afdeling Semarang terlihat merah dan lebih “nakal” dibandingkan Serikat Islam lainnya. Entah apakah aliran nadi gerakan itu menurun kepada KAMMI Semarang atau tidak.

Oleh : Barri Pratama (Ketua KAMMI Daerah Semarang Periode 2012-2014)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger