Home » » Deklarasi Perjuangan; Sebuah Torehan Sejarah

Deklarasi Perjuangan; Sebuah Torehan Sejarah

Written By Agus Subkhi Hermawan on Tuesday, 9 July 2013 | 7/09/2013 12:04:00 am

“ Pecahkan saja gelasnya, biar ramai..
Biar mengaduh sampai gaduh..”
(Dikutip dari sebuah puisi dalam film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo)
Pecah. Ya, pecah. Satu kata provokatif yang sempat membuat suhu memuncak, ramai menggeliat dan gaduh seakan menguak. KAMMI Unnes pecah! Mungkin sebagian orang menyoroti hal ini biasa saja, namun saya berusaha menilai hari ini sebagai moment luar biasa yang layak untuk saya abadikan.
Pemekaran komisariat telah menjadi mimpi bersama, yang telah terwacanakan dan terencanakan jauh pada dimensi masa lalu. Ya, oleh mereka para assabiqunal awwalunKAMMI yang begitu memiliki kepedulian besar terhadap KAMMI. Mereka melihat sebuah daya dari dalam tubuh KAMMI, dengan banyaknya masa yang dimiliki dan konsistensi KAMMI dalam melakukan gerakan.
Rencana-rencana mereka barang kali belum sampai pada titik mengamalkan, karena masa juang yang dibatasi usia akademik ataupun jenjang amanah yang lebih dari sebatas komisariat. Namun tidak ada yang salah dengan sebuah perencanaan bukan? Rencana menjadi sebuah titik awal untuk kita melangkah, berusaha mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idealisme. Dan rencana itu yang akhirnya menjadi peta perjalanan yang akan menuntun kita sampai pada titik puncak yang diharapkan. Berusaha mewujudkan mimpi menjadi realita.
Saya jadi teringat dengan sebuah kalimat, “ Saya tidak akan pernah bangga pada setiap prestasi yang saya capai tapi sebenarnya tidak saya rencanakan, dan saya juga tidak akan pernah menyesali setiap kegagalan yang saya alami selama saya sudah merencanakan semuanya dengan baik sebelum melakukannya”.
Jadi, tak ada yang salah dari hal itu. Berencana. Karena butuh empat puluh hari untuk bisa memetik jagung setelah masa tanamnya, bahkan butuh tiga bulan untuk bisa memetik padi, butuh satu tahun untuk sang bayi bisa berjalan, tiga tahun untuk adik kecil mulai berlari. Semua yang kita tanam hari ini tak akan langsung kita petik hari ini juga. Dan kini, biji benih yang tertanamkan telah mulai terlihat tunasnya. Butuh energi besar untuk mampu merawat tunas itu, untuk nantinya menjadi sebuah pohon yang kokoh. Perlu air untuk menyiramnya, perlu pupuk untuk menyuburkannya.
Penghujung Sya’ban 1434 H, tepatnya pada Ahad sore 7 Juli 2013, hamparan rumput hijau taman perpus pusat Unnes menjadi saksi tertorehnya sebuah sejarah besar. Ya, sejarah besar yang telah ditorehkan oleh KAMMI Unnes dengan diumumkannya “Deklarasi Perjuangan” yang melahirkan rumpun Sosial Humaniora yang tersokong dari FIP, FBS, FIS, FE, dan FH. Dan deklarasi perjuangan inilah yang akan menjadi permulaan langkah yang akan disusul ratusan bahkan ribuan langkah berikutnya.

Semoga ikhtiar yang dilakukan akan kian memberikan ruang yang lebih luas pada kader KAMMI untuk mampu mengaktualisasikan diri, menambah produktivitas dalam gerakan-gerakan perbaikan yang dilakukan. Insya Allah… (ed: Ra)

Penulis   : Hikmawati | Sekretaris Departemen Kaderisasi KAMMI Unnes
Sumber : kammiunnes.wodpress.com

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger