Home » » Silaturahim dan Kantin Spesial

Silaturahim dan Kantin Spesial

Written By Redaksi KAMMI on Tuesday, 11 June 2013 | 6/11/2013 08:58:00 pm


Oleh : Nur Afilin (Kadep Kaderisasi KAMMI Komsat Madani)

Nuansa berbeda lagi-lagi terasa Kamis (6/6) lalu. Berkumpul di Rumah Belajar An-Naml (RBA) Depok yang ternyata menjadi tempat tinggal kader KAMMI Madani Emas Rahayu, adalah poin pertama suasana ceria kami. Tentu kami tak sekadar kumpul-kumpul tanpa tujuan. Adalah silaturahim dan Kajian Rutin (Kantin) Spesial tujuan kami bermajelis di sana. Itulah poin kedua. Ya, biasanya Kantin Madani (begitu kami biasa menyingkat agenda Kajian Rutin) kami gelar secara rutin ala kadarnya di Rumah Madani (Sekretariat KAMMI Madani).
Kemudian, kehadiran Kadep Humas KAMMI Daerah Bandung Moh. Yusuf Ramadlan adalah poin istimewa selanjutnya. Dia memang sengaja kami impor dari Bandung untuk sharing dalam Kantin Madani Spesial bertajuk “Politik Dakwah Kampus”. Mau tahu serunya pembahasan topik tersebut? Berikut beberapa hal yang sempat tercatat.
“Bahwa bicara tentang dakwah di kampus, maka kita mengenal istilah “Trilogi Dakwah Kampus” yaitu: Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Dakwah Siyasi, dan Dakwah Ilmi,” kata Yusuf membuka sesisharing.
Bukan berarti bahwa LDK itu tidak lebih baik daripada KAMMI, namun dakwah di kampus hendaknya bisa lebih merambah ke seluruh elemen kampus. Diakui atau tidak kebanyakan LDK saat ini belum bisa menjalankan peran ekspansif masif. Sebagian masih bermain di zona nyaman, berdakwah kepada mereka yang gemar ke masjid saja. Nah, KAMMI sebagai salah satu instrumen dakwah siyasi harus mengisi ruang kosong ini, lanjut Yusuf.
Selain itu, dakwah siyasi yang dimaksud juga bertujuan menempatkan kader pada posisi strategis di lembaga kemahasiswaan internal kampus. Presiden BEM, pimpinan UKM, komunitas-komunitas minat dan bakat, dan lain-lain mestinya menjadi lahan garapan juga. Konsekuensinya, dibutuhkan kader-kader tangguh untuk ditempatkan di sana. Kader genuine dengan karakter sholih pribadi, sosial, dan paham siasat adalah kunci sukses dakwah eksternal ini. Kembali, KAMMI semestinya mengambil peran di sini. Karena KAMMI seyognyanya bisa menyentuh dua ranah ini: kesholihan dan politik.
Mengapa berorientasi pada kekuasaan? Bukan apa-apa, melainkan salah satunya menjalankan pesan sahabat Utsman bin ‘Affan r.a. bahwa ada kalanya suatu hal tidak bisa langsung ditegakkan dengan Al-Qur’an, tetapi justru dengan kekuasaan. Ya, karena belum tentu semua orang bisa legowo menerima Al-Qur’an sebagai pemandu hidup komplit, maka kekuasaan di tangan orang-orang shalih (insya Allah) adalah salah satu jalan keluar. Dengan menjadi penentu kebijakan kemahasiswaan, diharapkan kebijakan yang ditelurkan tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Lebih lanjut, bahkan kita bisa membuat kebijakan yang memajukan dakwah Islamiyah. Ingat, bahwa dakwah Islamiyah tak otomatis berarti membumihanguskan non Islam.
Masih kata Yusuf, “Kampus ibarat miniatur negara. Maka, sebelum bermimpi memimpin negara dan bangsa ini menjadi Islami, kampus adalah tugas kita saat ini.”
Namun, keduanya memiliki perbedaan. Kita patut bersyukur karena politik kampus cenderung lebih kepada politik moral. Mudah saja kita menentukan suatu  kebijakan itu baik atau buruk. Sebaliknya, jika sudah terjun ke ranah politik kenegaraan tantangan tentu akan lebih besar. Godaan politik transaksional akan menguras tenaga dan pikiran guna. Diperlukan pemahaman lebih mendalam terkaitfiqih prioritassiyasah syar’iyyah, dll.
Selain atsar Utsman r.a. di atas, kita patut pula memperhatikan kiat menang perang ala Sun Tzu:ma’rifatul medan & ketersediaan air yang memadai. Medan perang yang bagus untuk menyerang musuh, kata Sun Tzu ialah di tempat tinggi. Jika diibartkan dengan “perang” di kampus maka medan perang ideal ialah posisi strategis dalam lembaga kemahasiswaan. Adapun ketersediaan air yang memadai bisa dianalogikan dengan sumber daya manusia berupa kader yang unggul secara kualitas dan kuantitas.
Demikian saja beberapa hal yang bisa disampaikan di sini. Usai sesi sharing, kami pun mengadakan sesi bedah problem dan alternatif solusi dakwah kampus. Masing-masing kader Madani yang berasal dari berbagai kampus memaparkan kondisi lapangan. Kemudian, bersama-sama kami mencoba mendiskusikan solusi atas masalah yang mestinya dipandang sebagai tantangan itu.
Tak lupa sembari berdiskusi dan sebelum menutup agenda ini, kami bersama menikmati hidangan luar biasa yang disuguhkan tuan rumah. Benar-benar pertemuan yang berkah, insya Allah. Semoga kegiatan serupa kembali bisa dihelat di masa mendatang. Sekian.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger