Home » » Press Realease : Aksi Kontroversi Kenaikan BBM

Press Realease : Aksi Kontroversi Kenaikan BBM

Written By Agus Subkhi Hermawan on Friday, 14 June 2013 | 6/14/2013 08:43:00 pm

Kontroversi kenaikan harga (Bahan Bakar Minyak) BBM seperti bola panas yang terus bergulir, tidak memandang rakyat kecil, menengah, dan atas, Semua terkena imbasnya. Isu kenaikan BBM berawal dari meningkatnya jumlah konsumsi harga bahan bakar minyak bersubsidi (Premium dan Solar) di Indonesia, menurut pemerintah meningkatnya nilai konsumsi BBM mengakibatkan jebolnya APBN, sehingga negara mengalami kerugian (collapse), selain itu alasan pemerintah untuk menaikan harga BBM / mencabut subsidi BBM adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mengalihkan subsidi BBM ke dana (Bantuan Langsung Sementara) BLSM.

Melihat kedua alasan pemerintah tersebut terjadi kontradiktif alasan. Pertama, pemerintah beralasan bahwa harga subsidi BBM terlalu besar mancapai 230 triliun, jika kita membandingkan data subsidi BBM dengan data Impor komoditas luar negeri yang mencapai 635,9 millyar dollar, yang mengakibatkan indonesia harus kehilangan devisa sebesar 12,2 Juta Dollar /tahun untuk menutupi defisit impor barang luar negeri, terjadi selisih yang cukup besar antara 2 data tersebut, seharusnya pemerintah bersikap cerdas dengan mengambil sikap untuk mengatasi import dari luar negeri bukan mencabut subsidi BBM yang akan berdampak sistemik bagi rakyat miskin.

Alasan kedua pemerintah menaikkan harga BBM adalah untuk mensejahterakan rakyat dengan memberikan BLSM sebesar 9,3 Triliun selama 4 bulan, sedangkan kita ketahui dana APBN pemerintah 2013 yang digunakan untuk penentasan kemiskinan meningkat menjadi 115,5 Triliun. Naik lebih dari 2 kali lipat dari pada tahun 2007 sebesar 53,1 Triliun. Ini mengindikasikan adanya ketidakefektifan pemeritah dalam penggunaan dana dan rawan terjadi mark up, belum lagi BLSM disinyalir sebagai alat politisasi salah satu partai pemerintah untuk menarik simpati masyarakat, dan perlu kita ketahui bahwa sumber dana BLSM adalah hutang luar negeri sebesar 30 Triliun bersumber dari Asian Development Bank, alih-alih pemerintah mau menentaskan kemiskinan tapi justru malah menambah hutang negara yang berujung kepada masyarakat.

Oleh karena itu PENGURUS DAERAH KAMMI SEMARANG menyatakan sikap :
1. TOLAK KENAIKAN HARGA BBM
2. TOLAK KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT TENTANG BLSM
3. NASIONALISASI ASET-ASET MIGAS DARI HULU SAMPAI HILIR

IHSAN HIDAYAT
Koor.AKSI

Aksi bisa dilihat di Twitter dengan Hastag #BBMNaikSBYTurun  (im_subhan)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger