Home » » KAMMI KEPRI : Kader KAMMI Kepri Tetaskan Telur Penyu Hijau

KAMMI KEPRI : Kader KAMMI Kepri Tetaskan Telur Penyu Hijau

Written By Redaksi KAMMI on Friday, 24 May 2013 | 5/24/2013 10:14:00 pm



TANJUNGPINANG–Kepulauan Riau yang 96 persen wilayahnya merupakan lautan menyimpan banyak potensi maritim. Sangat sedikit dari masyarakat terutama mahasiswa yang merupakan kaum intelektual menyadari potensi besar ini. Erpa Mardiana, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kepri, berhasil mengukir prestasi dalam penelitiannya terkait tingkat keberhasilan penetasan telur penyu hijau (Chelonia mydas) Kepulauan Tambelan di Lagoi, Kepulauan Riau, pada Kamis (23/5) kemarin.
“Ini merupakan penelitian skripsi saya. Saya ingin mengetahui apakah telur penyu hijau dari Tambelan mampu ditetaskan di luar habitat aslinya, yaitu di Lagoi,” ungkap mahasiswa jurusan ilmu kelautan dan perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang ini.
Erpa juga menyampaikan bahwa sesuai UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (KSDAH), penyu hijau merupakan salah satu hewan yang dilindungi pemerintah. Selain itu, penyu hijau yang diprediksikan akan punah apabila tidak segera dilestarikan mendorongnya untuk menyukseskan penelitian ini.
“Ekspor penyu ke berbagai negara, sedikit banyak telah merusak pelestarian penyu di daerah pada khusunya. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kelestarian penyu di setiap daerah di Indonesia,” tegas Erpa.
Harapannya, penelitian ini mampu membuka jalan bagi pemerintah daerah Bintan untuk mulai menjalankan program konservasi penyu di luar habitat asli yang telah dirancang.
Secara terpisah, Ketua Umum PD KAMMI Kepulauan Riau, Raja Dachroni, sangat mengapresiasi hasil dari penelitian ini. Dikatakannya bahwa penelitian ini mampu menarik perhatian publik karena kelangkaannya.
“Sekarang sudah saatnya aktivis itu berkarya. Kali ini Saudara Erpa Mardiana sudah mampu membuktikannya. Kita sangat bangga atas keberhasilannya menetaskan telur penyu dari pantai yang berbeda karena setahu saya penelitian ini relatif langka untuk mahasiswa S1,” tutup Dachroni yang ditemui di sela-sela aktivitas mengajarnya di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.
Penulis : Puri Suryani
Editor : SCE
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger