Home » » Perempuan Itu Sesuatu

Perempuan Itu Sesuatu

Written By Agus Subkhi Hermawan on Monday, 22 April 2013 | 4/22/2013 11:12:00 pm


Wanita begitu mulia. Sejak kedatangan islam, wanita ditinggikan derajatnya, dihormati, diberikan kesempatan. Dengan islam, potensi perempuan sebenarnya dapat berkembang secara optimal, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi bangsa dan negara, tidak ada sesuatu sistem pun selain islam yang memberikan posisi kepada perempuan demikian tinggi. Islam mengangkat posisinya demikian tinggi sehingga umatpun memperhatikan pendapatnya ketika memberikan perlindungan kepada siapa yang dikehendakinya.
Eksistensi perempuan banyak dipermasalahkan dan diperdebatkan oleh berbagai kalangan,semua orang membicarakannya,tidak terkecuali musuh-musuh yang membenci islam. Salah satu pemimpin barat modern Cromer di dunia timur mengatakan,”Islam,kalaupun tidak mati,kini tengah dalam masa-masa sekarat,baik secara sosial dan politik,kemerosotannya yang terus menerus tidak mungkin dapat dihentikan,sekalipun melalui berbagai langkah reformasi modern dan brilian,karena ia menyentuh hal yang substansial,sebuah substansi yang tegak diatas peran “belakang” perempuan dalam masyarakatnya”.
Sebagian umat islam, yang mengklaim dirinya memiliki komitmen kepada agama Allah memasung perempuan dalam pasungan yang sempit,wanita hanya urusan lahir,rumah,kasur,dapur,dan kubur. Cukuplah bagi kita bukti, dengan mendengar di sekitar kita atau membaca artikel-artikel, buku atau fatwa tentang perempuan.banyak diantaranya yang memasung mereka dari haknya untuk berkumpul, mengemukakan pendapat,atau berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik.bahkan dalam memilih pasangan pun dilarang.padalah islam sama sekali tidak mengajarkan demikian.
Jikalau kita membaca biografi sejarah hidup ibunda khadijah ra. Sangat sarat dengan berbagai sikap elok yang menunjukkan akan keteguhan, ketajaman akal, dan keimanan yang mendalam terhadap dakwah, serta pengorbanannya yang paripurna dijalan itu dengan seluruh harta dan kehormatan yang dimilikinya.
Bahwasanya dalam rangka memenuhi panggilan Allah kaum perempuan menyertai kaum laki-laki,bahkan dalam sejarah kaum perempuan ketika hijrah ke habasyah dan madinah mereka bahkan dapat menunjukkan suri teladan yang indah dalam pengorbanan dan pembelaannya,untuk membangun negara yang baru.mereka berbaiat kepada Nabi untuk beriman dan berkomitmen dalam bai’at Aqabah I,dan membai’at beliau dengan bai’at politik dan perang pada Bai’at Aqabah II, dalam kedua bai’at itu mereka benar-benar memenuhi dan menunaikan janjinya ,mereka juga ikut berjihad dijalan Allah untuk meneguhkan jalan Allah untuk meneguhkan agama baru dan menyebarkannya, bahkan perempuan muslimah juga memainkan perannya dalam syura,yang merupakan dasar dari berbagai bentuk interaksi sosial dan politik dalam masyarakat dan negara.
Kalau kita juga mencermati dan membaca sirah,kita akan menemukan bahwa wanita muslimah dahulu aktif dalam kegiatan politik,ia diminta pendapatnya dalam pemilihan khalifah,disamping juga menjadi oposisi.bahkan menjadi pemimpin oposisi setelah  terjadi pembunuhan terhadap sayidina Utsman ra.
Setelah adanya petunjuk yang nyata dan keterangan yang begitu jelas ini,apakah masih ada pertanyaan yang diajukan “apakah wanita mempunyai hak-hak politik? ataukah terbatas hanya untuk laki-laki saja? Apakah dibenarkan jika perempuan berpartisipasi dalam pemilihan anggota parlemen?” sebagian mereka mengingkari hak wanita dalam semua itu,sebagian lain mengatakan bahwa mereka berhak memilih tetapi tidak berhak dipilih.

*) Penulis : Andi Pratama; Kadep KP PD KAMMI Semarang
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger