Home » » KAMMI dan Civil Society

KAMMI dan Civil Society

Written By Agus Subkhi Hermawan on Tuesday, 16 April 2013 | 4/16/2013 04:23:00 pm


Andi Pratama
Melihat perkembangan KAMMI dalam menghadapi peta perpolitikan jawa tengah,yang sebentar lagi akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan gubernur,banyak hal yang perlu dicermati tentang posisi dan sikap KAMMI menghadapi dinamika politik yang mau tidak mau KAMMI memiliki pengaruh yang signifikan sebagai ormas yang memiliki massa cukup berpengaruh di kalangan intelektual (mahasiswa),maupun masyarakat kalangan bawah.dalam membangun keberlangsungan dan eksistensi kammi,banyak hal yang harus dicermati dan dipertimbangkan untuk membentuk gerakan yang tetap bereksistensi dan perpengaruh,diantaranya yaitu menjadi civil society,dan tidak terseret oleh orientasi politik praktis.
Timbul pertanyaan mendasar,
  1. bagaimana posisi tawar kita sehingga tidak mudah terjebak dalam arus politik praktis?
  2. bagaimana KAMMI Daerah Semarang kedepan sebagai salah satu kekuatan civil society?
  3. bagaimana KAMMI Daerah Semarang kedepan sebagai salah satu kekuatan civil society?
  4. apa agenda yang bisa dilakukan untuk membentuk gerakan yang menunjukkan partisipasi aktif dalam mengawal pilgub yang akan dilaksanakan bulan depan?

Aneka pertanyaan itu penting diajukan bukan hanya karena KAMMI merupaka aset bangsa dengan modal sosial amat besar untuk diharapkan menjadi salah satu kekuatan civil society yang diperhitungkan dinegeri ini,melainkan karena hiruk pikuk politik di era reformasi menenggelamkan peran civil society yang sebelumnya begitu kuat mewarnai dinamika bangsa ini seperti yang dilakukan oleh ormas terbesar diindonesia Nahdatul ulama
Munculnya generasi muda dan terpelajar yang aktif dan memiliki ghirah militansi yang luar biasa seharusnya menjadi kekuatan yang sangat luar biasa guna membangun cita-cita bersama.KAMMI Daerah Semarang diisi oleh kaum muda,mahasiswa terpelajar dari berbagai kampus elit di Jawa Tengah seharusnya memberikan perubahan dan jadi penentu arah keberlangsungan dengan ide-ide segar dan semangat kaum muda yang masih memiliki idealisme yang tinggi,dan semangat yang berkobar tinggi,sama seperti awal-awal reformasi yang didominasi oleh kaum muda dalam meruntuhkan rezim soeharto.
Maka dengan kekuatan  kader inilah yang akan membawa KAMMI menjadi ujung tombak civil society dengan peran-peran pemberdayaan masyarakat,pendidikan politik berikut advokasinya.namun eksitensi KAMMI butuh penguatan dalam keberlangsungan kepengurusan kedepan,dan seterusnya,KAMMI harus tetap bertahan  sebagai civil seciety,diantara gempuran syahwat untuk terjun langsung kedalam politik praktis dan mencederai KAMMI itu sendiri.dan ini harusnya mesti disadari oleh segenap kader KAMMI,baik yang aktif dikepengurusan,komisariat,di badan intra kampus,maupun alumni yang sudah tersebar di berbagai sektor kehidupan.
Saya mengambil perspektif lebih kepada bagaimana kammi membangun basis civil society yang kurang mendapat perhatian dan porsi lebih dalam agenda-agenda yang diusung KAMMI Daerah Semarang.KAMMI Daerah Semarang seharusnya lebih bisa berkonsentrasi untuk menggarap wilayah-wilayah kultural,harapan ini memang tidak mudah karena pengalaman KAMMI selama ini belum sepenuhnya bisa membuktikan daya tahan terhadap godaan politik,namun demikian salah satu yang bisa diharapkan untuk terus menjaga eksistensi KAMMI baik daerah maupun komisariat sebagai civil society adalah kelompok yang tetap konsisten dijalur kultural dengan memainkal peran sentral sebagai Ormas.
Kita memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mewujudkan civil society,yaitu kader muda,dengan intelektual di bidangnya masing-masing dengan memiliki ilmu pengetahuan islam yang mendalam juga disiplin atau keahlian tertentu yang diperoleh di kampus-kampus,dan kebanyakan mereka moderat dalam artian fleksibel membuka diri mendalami ilmu selain agama dengan pondasi kuat yang mereka dapatkan dalam halaqoh,talim dan kegiatan islam lainnya.
Seharusnya dengan heterogennya kader KAMMI dengan keahlian di jurusan dan bidangnya masing-masing semestinya banyak gagasan yang secara terbuka dipublikasikan dikalangan mahasiswa maupun masyarakat umum,serta memiliki komitmen sosial yang tinggi.disamping tetap kritis terhadap kekuasaan,KAMMI lah yang diharapkan terus memainkan civi society
KAMMI dan Masyarakat
Jika kekuatan kader bisa bekerja lebih maksimal dan dimanajemen dengan baik dalam menjaga independensi KAMMI terhadap kekuasaan serta terus memantapkan dan mengawal posisi KAMMI sebagai civil society,KAMMI tidak perlu  menghabiskan energi  untuk terlibat dalam berbagai tetek bengek politik praktis .sebaliknya kammi bisa mencurahkan segenap energinya dalam gerakan-gerakan kultural untuk memberikan pelayanan lebih maksimum tidak hanya kepada kader dan komunitasnya,tetapi juga pada bangsa ini.
Sebagai kader KAMMI juga kita harus lebih gigih dalam membentengi KAMMi “dimanipulasi” untuk kepentingan politik jangka pendek,hal terakhir ini yang perlu mendapatkan perhatian secara lebih serius karena belakangan ini ada indikasi kuat bahwa Ormas yang berbasis gerakan mahasiswa  “dimanipulasi” untuk mendukung cagub atau cawagub tertentu,seperti yang terjadi akhir-akhir ini ketika KAMMI mengadakan Aksi pilgub bersih dan kenetralitasan PNS.kita jangan sampai hanya dijadikan “obyek” daripada “subyek” politik.jangan sampai kita berada dipihak “dimanfaatkan” daripada “memanfaatkan”.jadi ide terus mendorong untuk pendewasaan politik kader KAMMI jadi sangat penting.pendewasaan itu dilakukan dengan menggeser kader KAMMI dari “obyek” menjadi “subyek” politik.tetap pada tujuan awal kita untuk mengawal dan mengkitisi dengan ide-ide segar dan bakti dan cinta kepada gerakan grass root dengan membangun basis civil society,sehingga cita-cita KAMMI tercapai.

By  Andi pratama (Kadep KP KAMMI Semarang 2012-2014)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger