Home » » Ada apa dengan KAMMI dan Pancasila ?

Ada apa dengan KAMMI dan Pancasila ?

Written By Agus Subkhi Hermawan on Thursday, 25 April 2013 | 4/25/2013 10:47:00 am


Fenomena yang terjadi saat ini ideologi bangsa sedang diperebutkan oleh berbagai kalangan dan kelompok dan golongan, bahkan kalangan dan kelompok menjadikan pancasila sebagai justifikasi atas apa yang mereka perjuangkan membuktikan pancasila hanya “tameng”, tidak berarti apa-apa.

Seharusnya disinilah KAMMI memiliki arti penting dengan menerima pancasila sebagai ideologi bangsa yang final.berbagai masalah keagamaan, sosial, politik yang mengarah kepada konflik kepentingan menyebabkan pancasila sebagai ideologi bangsa diperebutkan untuk dijadikan justifikasi tiap kelompok dan golongan guna menghadapi lawan-lawan politiknya.

Indonesia sebagai negara majemuk dengan banyak agama, suku, dan golongan dihadapkan tantangan serius, bagaimana merajut dan memperkukuh kemajemukan sebagai modal Sosial. Robert W. Hefner menyebutkan kemajemukan di Indonesia sebagai modal sosial, yang jika tidak dikelola dengan baik rentan konflik. Tak heran jika di Indonesia terus muncul aneka konflik, baik berlatar belakang Agama, suku, maupun golongan.di antara pemeluk agama pun rentan konflik akibat paham keagamaan dan keyakinan yang berbeda.

Terjadinya konflik suku, agama, dan golongan adalah pembentukan nation state yang semu.potensi konflik yang sejak dulu ada dalam masyarakat dikubur oleh penguasa dengan alasan stabilitas keamanan.

Oleh Philipe C. Schmitter (1993), model ini dirancang untuk meniadakan konflik, menciptakan hubungan harmonis atara negara dan masyarakat, serasi, penuh solidaritas, dan kerja sama.sayang, integrasi sosial yang melibatkan beberapa etnis dan agama sifatnya semu (coercion and force).nation building yang telah dirintis founding father tidak dapat dipertahankan dalam dinamika negara multikultural.

Itu sebabnya Pancasila seakan kehilangan jati diri setelah diperalat Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaannya. Kini, Pancasila menemukan kembali jati dirinya dalam konteks berbangsa dan bernegara. Pencasila tidak lagi menjadi alat kepentingan kekuasaan. Sayang, pancasila justru dijadikan alat untuk mempertahankan diri atau menyerang kelompok yang berbeda paham dan pendapat.

Disinilah peran KAMMI sebagai Organisasi Islam dan juga merupaka Elemen gerakan berbasis Islam seharusnya memiliki paham yang moderat dan bisa mengembalikan jati diri pancasila dalam iklim keagamaan yang moderat.pancasila bukan lagi sekadar paham pemersatu bangsa,tetapi memberi kesempatan pada perbedaan pandangan keagamaan, yang pada gilirannya paham keagamaan yang dibangun atas dasar pancasila menghasilkan prilaku keagamaan yang moderat.

Inti dasar pancasila adalah kemajemukan, dibingkai dalam persatuan dan kebersamaan, bukan perpecahan, konflik. Karena itu semangant pancasila sebagai ideologi kemajemukan harus tetap dilestarikan dalam tiap Ormas Di Indonesia agar tidak kehilangan orientasinya yang mengusung paham kebangsaan dan keagaman yang moderat .

Oleh karena itu, KAMMI harus membangun Islam keindonesiaan yang tidak lain mengadopsi cara pandang, pola pikir, dan prilaku yang sudah berkembang di masyarakat Indonesia dari setiap Gerakan yang dibuatnya, bukan di arab atau mesir dengan Ikhwanul Musliminnya.

Maka, diharapkan KAMMI dapat menemukan pijakan dalam setiap gerakan yang dibuat untuk melandasi kemajemukan sebagai sunnatullah yang menghargai perbedaan dalam praktik dan prilaku beragama.

Ditengah maraknya aliran keagamaan dan organisasi yang ada di Indonesia, KAMMI sesuai fikrah gerakannya harus tetap eksis dengan prilaku keberagamaannya yang moderat,kerja-kerja sosial yang konkrit tanpa harus dipaksakan kepada kelompok lain,karakter keislaman yang dibangun KAMMI tidak lain untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin membingkai islam keindonesiaan yang terus berkembang di tengah perubahan sosial yang berjalan dengan begitu cepat.merajut Islam keindoneisaan yang berwatak moderat, toleran, dan damai.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger