Home » , » Diskusi Publik : Peran KAMMI dalam Mewujudkan Kepemimpinan Bangsa yang Bersih dan Anti Korupsi

Diskusi Publik : Peran KAMMI dalam Mewujudkan Kepemimpinan Bangsa yang Bersih dan Anti Korupsi

Written By Agus Subkhi Hermawan on Saturday, 2 March 2013 | 3/02/2013 10:03:00 am


Salah satu isu yang paling krusial untuk dipecahkan oleh bangsa dan pemerintah Indonesia adalah masalah korupsi. Hal ini disebabkan semakin lama tindak pidana korupsi di Indonesia semakin sulit untuk diatasi. Maraknya korupsi di Indonesia disinyalir terjadi di semua bidang dan sector pembangunan. Apalagi setelah ditetapkannya pelaksanaan otonomi daerah, berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daaerah yang diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, disinyalir korupsi terjadi bukan hanya pada tingkat pusat tetapi juga pada tingkat daerah dan bahkan menembus ke tingkat pemerintahan yang paling kecil di daerah.

Diskusi Publik
Korupsi memiliki aspek destruktif bagi bangsa ini. Korpusi membuat keadilan tak terwujud menciptakan kekecewaan di tengah masyrakat, baik keagaman atau kewilayahan. Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan dibadan legislative mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijkasanaan; korupsi di system pengadilan menghentikan ketertiban hokum; dan korupsi di pemerintahan public menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat.

Secara umum, korupsi mengikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Dua belas Negara yang paling randah korupsinya, menurut survey persepsi oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut (disusun menurut abjad): Australia, Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Luxembrug, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Singapura, Swedia, dan Swiss. Menurut survey yang sama, tigabelas Negara yang paling korup adalah (disusun menurut abjad): Azerbaijan, Bangladesh, Bolivia, Kamerun, Indonesia, Kenya, Nigeria, Pakistan, Filipina, Rusia, Tanzania, Uganda dan Ukraina.

Bangsa Indonesia memerlukan generasi baru kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan dan bersih. Mengutip pendapat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hajriyanto Y Thohari dalam salah satu media nasional “Saat ini, kita memerlukan generasi kepemimpinan yang bersih dan benar-benar antikorupsi secara otentik.”

Membedah bagaimana mewujudkan kepemimpinan bangsa yang bersih dan anti korupsi dari berbagai sisi baik pemerintahan, aktivis LSM, dan gerakan KAMMI Semarang.

Pembicara        :
11.      R. Widi Nugroho
Aktivis LSM PATTIRO Semarang
22.      Ganjar Pranowo, SH
Anggota DPR – Fraksi PDI Perjuangan
Panitia angket pengusut Kasus Century
33.      Ali Umar Dhani
Alumni KAMMI Semarang ( Sekjend KAMMI Semarang 2008-2010)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger