Home » , » Press Realease Aksi BOS

Press Realease Aksi BOS

Written By Agus Subkhi Hermawan on Friday, 25 January 2013 | 1/25/2013 09:31:00 pm

GEMPAR
Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran Rakyat

Penyelewengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) menjadi kasus memalukan bagi dunia pendidikan. Sejumlah kepala UPTD (Unit Pelaksanaan Teknis Dinas) Dinas Pendidikan Kota Semarang dan bahkan beberapa kepala sekolah diduga terlibat dalam Mark up dana BOS untuk pembelian LKS mencapai 300 persen. Belum lagi Permendikbud Nomor 76 tahun 2012 yang menyebutkan pembelian buku termasuk larangan dalam penggunaan dana BOS. Penyelewengan ini menciderai tujuan pendidikan itu sendiri.

Logo GEMPAR
Anggaran dunia pendidikan yang disiapkan pemerintah sebesar 20 persen hendaknya dievaluasi. Apakah telah tepat sasaran ataukah beberapa sub anggaran perlu dikeluarkan, misalkan gaji guru merupakan anggaran sendiri. Permendikbud menyebutkan anggaran dana BOS untuk SD atau sederajat sebesar 580.000 / siswa dalam 1 tahun sedangkan dana BOS untuk SMP atau sederajat sebesar 710.000 / siswa dalam 1 tahun pula. Salah satu tujuan dana BOS yaitu membebaskan pungutan dari siswa miskin baik Sekolah negeri maupun swasta. Jumlah ini sangatlah terbatas guna menutupi siswa miskin agar tidak terjadi pungutan, namun hal ini masih saja dikorupsi lagi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Oleh karena itu GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran Rakyat) menuntut agar Pemerintah Kota Semarang khususnya Dinas Pendidikan :
  1. Berhentikan oknum-oknum korup dari dunia pendidikan.
  2. Transparansi penggunaan dana BOS.
  3. Melakukan peningkatan pengawasan dana BOS bersama.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger