Marhaban ya Ramadhan

Sebelas bulan telah berlalu. Dan kini kita memasuki bulan penuh rahmat dan ampunan. Allah memberikan cinta yang besar pada hamba-Nya. Hanya manusia lalai yang tidak merasakan nikmat tersebut.

Ramadhan menjadi momentum untuk merapikan visi yang mulai tercecer. Terombang - ambing dalam kehidupan yang fana. Sesungguhnya Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat 20, “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Selama Ramadhan, semua amal sholeh yang dikerjakan akan mendapatkan pahala yang berlebih. Motivasi yang tinggi Allah berikan agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Meningkatkan amal sholeh untuk meraih rahmat Illahi. Dan Allah berikan satu malam yang istimewa bagi manusia yang dapat meraihnya. Malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan, malam Lailatul Qadar.

Mari meningkatkan kualitas Ramadhan kita agar menjadi manusia beruntung. Capai target Ramadhan mu agar Ramadhan kali ini bermakna. Semoga Allah masih memberikan waktu untuk kita agar dapat bertemu Ramadhan berikutnya.

Marhaban ya Ramadhan



Selamat Hari Kartini 2016 dari KAMMI Komisariat Polines

"Menyalakan Lentera"

Bukan salah bergerak dalam kegelapan, kamu hanya perlu menyalakan lentera agar gulita menjadi cahaya.

Lebih dari seratus tahun yang lalu, pemikiran itu kini telah mengkristal, berkilau bercahaya memberikan gambaran nyata tentang hak-hak wanita. Meskipun pada kenyataannya seiring perkembangan zaman pemikiran agar wanita bergerak lebih,  tentu akan muncul, hanya saja tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali akan menyerukannya. Pengaruh globalisasi dan keterbukaan di segala aspek kehidupan seperti pada masa modern ini tentu saja akan membuka pemikiran banyak orang, terutama wanita, bahwa ternyata kaumnya di luar sana memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki, mereka bersekolah layaknya kaum laki-laki, mereka bekerja, menjabat dan bersaing dengan laki-laki tanpa ada aturan perbedaan gender yang mengikat. Tetapi pada masa yang masih kelam itu, Kartini telah menyerukannya.

Dapat dibayangkan apabila pada saat itu perkembangan teknologi telah semasif saat ini. Dunia yang begitu luas dapat dijelajahi dengan hanya satu genggaman. Zaman ketika pengetahuan bukan saja milik orang bersekolah formal. Ketika belajar bukan lagi sebuah keinginan seperti halnya Kartini dahulu, tetapi menjadi kebutuhan. Apakah hanya akan ada satu Kartini yang berpikiran untuk merubah paradigma kaum leluhurnya? Apakah hanya ada satu Kartini yang ingin bergerak lebih seperti halnya kaum perempuan di belahan dunia lain? Tentu ada banyak, tentu ribuan. Permasalahannya adalah keberanian. Berapa banyak yang berani meraba ketidak pastian jalan dalam gelap untuk mengambil suara kemudian menyalakan lentera? Kartini berani melakukan itu, bahkan ketika mediasi pemikirannya belum didukung teknologi seperti saat ini.

Berapa banyak orang dalam sejarah yang pada masanya dianggap pemberontak tetapi pada masa setelahnya justru diakui sebagai pejuang? Kartini salah satunya. Pada masa itu, ketika paradigma umum yang berkembang adalah kaum perempuan harus dipingit pada usia yang masih sangat belia, perempuan dibatasi dalam belajar, perempuan memiliki kedudukan di bawah pria atau masih banyak lagi batasan lain. Apabila kita menjadi salah satu tetua pada masa itu, dan mengetahui pemikiran Kartini tentu hal ini sangat melanggar etika dan aturan dari leluhurnya. Apabila tetua pada masa itu dihidupkan kembali pada zaman ini, kemudian disaksikan keadaan perempuan pada masa kini, apakah mereka akan begitu saja menerima kondisi perempuan saat ini? Apakah mereka langsung akan menyetujui bahwa perempuan berhak menggantikan kaum lelaki, misalnya sebagai Bupati, atau mereka akan setuju ketika melihat perempuan pada masa ini bergelar lebih tinggi daripada laki-laki? Belum tentu.
Seringkali orang memiliki pemikiran yang luar biasa meskipun saat itu dia hanya orang biasa. Hal yang menjadikannya luar biasa apabila pemikiran itu berani dia suarakan meskipun dia mengetahui paradigma umum saat itu tidak sejalan dengan apa yang menjadi alur pikirnya. Orang-orang dalam sejarah dikenal menjadi luar biasa karena mereka berani mengungkapkan keyakinannya, merubah paradigma lama menjadi sebuah pemahaman baru yang lebih baik.

Soe Hok Gie, pada jamannya dibenci pemerintah karena pemikirannya yang selalu mengkhawatirkan kedudukan pejabat-pejabat dalam pemerintahan. Pada jaman ketika Einstein dengan pemikiran-pemikiran barunya, dianggap masih terlalu tabu pada masa itu tapi saat ini adalah penghargaan baginya untuk dianggap sebagai penemu.  Bahkan Sang revolusioner peradaban nomor wahid, Rasulullah pada masanya, berapa banyak orang yang menganggapnya sebagai orang gila, berapa banyak orang yang coba menghentikan perjuangannya? Mereka itulah orang-orang yang bergerak dengan pemikiran baru, belum tentu diterima pada jamannya.

Begitulah Kartini dengan pemikiran barunya. Dapat kita lihat pada masa kini, puluhan bahkan ratusan kelompok, ribuan wanita merasa berterimakasih padanya. Mengakui jasanya sebagai pembaharu pemahaman tentang peran dan hak-hak perempuan.
Perjuangan Kartini belumlah berakhir, sama halnya seperti sebuah penemuan, selalu ada hal baru yang harus diperbaiki. Tidak berbeda seperti halnya sebuah sistem komputer selalu membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan dari waktu ke waktu. Pemikiran Kartini adalah hal yang bagus, akan tetapi pada masa kini seringkali pemikiran itu justru sebagai kedok pembenaran untuk hal-hal yang sejatinya tak pantas dan negatif. Misalnya pergaulan wanita dan laki-laki yang tak ada batasnya, menghilangkan hakikat gender pada keduanya, memaksa wanita untuk bekerja lebih banyak daripada laki-laki, menghilangkan hak cuti bagi wanita, dan lain sebagainya.
Masa modern bukan berarti wanita bisa sama persis segalanya dengan laki-laki. Wanita tercipta dengan kemampuan, kewajiban dan kodratnya yang tentu saja berbeda dengan kaum laki-laki. Begitupun laki-laki tercipta dengan kemampuan, kewajiban dan kodrat yang harus dipenuhi dan tak bisa dilakukan oleh kaum perempuan. Kartini telah berhasil membentuk rancang bangun emansipasi wanita, tugas kita sebagai generasi penerusnya adalah pemelihara dan pengontrol pemikiran yang telah terealisasi tersebut.

Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan” kata Rohana Kudus dalam artikel Tiar Bahtiar.

Wallahua’lam.


Oleh Zahranisa.

#BergerakBerkaryabersamaKAMMIPolines

KOMPETISI IG Terinspiratif (Khusus Perempuan KAMMI Se-Semarang)


“Saya akan mengajar anak-anak saya, baik laki-laki maupun perempuan untuk saling memandang sebagai makhluk yang sama. Saya akan memberikan pendidikan yang sama kepada mereka, tentu saja menurut bakatnya masing-masing. Lagipula, saya bermaksud akan menghapuskan batas yang menggelikan antara laki-laki dan perempuan yang dibuat orang sedemikian cermatnya” (Kartini, 1900)


SALAM PEREMPUAN
FOR YOU : Perempuan KAMMI Semarang

KOMPETISI 
FOTO & CAPTION
IG INSPIRATIF

Buat kamu dgn Foto & Caption Terinspiratif bisa dapetin buku Habis Gelap Terbitlah Terang yg cuplikannya yang barusan kamu baca~

Penasaran sama bukunya? yuuk gabung kompetisinya!

Pemberdayaan Perempuan     
PD KAMMI Semarang
ROAD TO WOMEN'S FESTIVAL••••••

Muskom & TOK KAMMI Komisariat Polines 2016


Assalamualaikum!
InsyaAllah besok! Jumat - Ahad : 11 - 13 Maret 2016.
Bertempat di SMP Alam Ar-Ridho.
Muskom & TOK KAMMI Komisariat Polines 2016.
#HarmoniIslambersamaKAMMI
Wassalamualaikum! :)

H-1 TOK & Muskom KAMMI Polines 2016


H-1!
Assalamualaikum!
InsyaAllah pada Hari Jumat - Ahad : 11 - 13 Maret 2016 akan diadakan acara TOK dan Muskom KAMMI Komisariat Polines. 
.
Acara akan dimulai pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di SMP Alam Ar-Ridho. 
.
Kegiatan ini bertemakan "Membangun Etos Kepemimpinan berbasis Budaya Islami untuk Pembangunan Negeri."
.
Bagi para kader KAMMI AB1 maupun AB2 KAMMI Komisariat Polines diwajibkan untuk dapat mengikuti serangkaian kegiatan TOK & Muskom 2016 ini.
.
Terima kasih.
‪#‎HarmoniIslambersamaKAMMI‬
Wassalamualaikum!

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger