Headlines News :

Juklak Jambore Ukhuwah

Semarang - Jambore Ukhuwah 2014 menjadi agenda besar tiap 2 tahunan dari PD KAMMI Semarang. Agenda ini akan diadakan bertepatan dengan tanggal 25-27 April 2014 di Bumi Perkemahan Senjo Salatiga. 

Agenda ini merupakan rangkaian lomba yang dilaksanakan selama 3 hari, ada lomba haflah, tarik tambang, memasak dst. Jambore Ukhuwah menggunakan sistem olimpiade, siapa yang memenangkan banyak penghargaan maka komisariat tersebut yang menjadi juara umum.

Jambore Ukhuwah juga diikuti oleh 16 komisariat dibawah naungan KAMMI Semarang, agenda jambore menjadi ajang adu kemampuan, kecerdasan dan kekuatan. Jambore juga menjadi ajang eksistensi diri bagi Komisariat.

Untuk Juklak bisa di download di link berikut
--------JUKLAK----------

Sedangkan jadwal acara bisa di download di link berikut
-------JADWAL----------

(F4)

Resensi Buku yang Menjadi Juara 2 dalam Lomba MILAD KE-16 KAMMI

Oleh : Dhimas Nandista (Komsat MIPA UNDIP

RESENSI
JUDUL                 : DARI GERAKAN KE NEGARA
PENGARANG     : M. Anis Matta
PENERBIT          : Fitrah Rabbani
TAHUN TERBIT : 2006
TEBAL                : 278 hlm, 13,5 cm  x 20,5 cm
Muhammad Anis Matta  lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968  adalah salah satu politikus dari Partai Keadilan Sejahtera. Anis Matta adalah Wakil Ketua DPR-RI periode 2009-2014, namun mengundurkan diri pada 1 Februari 2013 lantaran ditetapkan sebagai presiden PKS oleh Majelis syuro PKS.


Sebelumnya beliau meraih gelar S1 di bidang Syariah Islam dari LIPIA pada tahun 1992. Pada tahun (2001-2006), beliau mengikuti pendidikan di Lemhannas. Beliau juga aktif sebagai seorang sekretaris jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera selama empat periode berturut (1998-2013) dansebagai anggota Majelis Hikmah PP Muhammadiyah  (2000- 2005).

Tentu para aktivis dakwah  kampus sudah  tidak asing  lagi dengan nama beliau, dengan karya beliau yang selalu menginspirasi para aktivis dakwah kampus, penulis yang cukup produktif dalam menelurkan karya. Karya-karyanya tersebar dibeberapa media Islam seperti dalam media cetak beliau sudah banyak menuliskan karya-karya seperti; Membentuk Karakter Cara Islam, Mencari Pahlawan Indonesia, DariGerakan ke Negara, Integrasi Politik dan Dakwah, Serial Cinta, Delapan Air Mata Kecemerlangan,Menikmati Demokrasi dan yang terbaru adalah Gelombang Ketiga Indonesia. Dari karya-karya tersebut yang saya resensikan adalah buku yang berjudul “Dari Gerakan ke Negara”.

Secara garis besar buku ini menceritakan tentang membagun sebuah gerakan menjadi negara dan lalu menjadi sebuah peradaban. Seperti di awal buku ini menceritakan hijrah Rasulullah SAW ke Madinah  dimana Rasulullah SAW pertama-pertama  melakukan penetrasi sosial yang sangat sistematis dimanaIslam menjadi jalan hidup individu, dimana Islam  “memanusia” dan kemudian “memasyarakat”.Sekarang melalui hijrah, masyarakat itu bergerak linear menuju negara. Melalui hijrah gerakan itu “menegara” dan Madinah adalah wilayahnya.

Dalam buku ini pun diceritakan bagaimana Rasulullah SAW pertama membangun infrastruktur negara dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. Kedua, menciptakan kohesi sosial  melalui proses persaudaraan antarkomunitas darah yang berbeda tapi menyatu sebagai komunitas Quraisy danYastrib menjadi komunitas Muhajirin dan Anshar. Ketiga, membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda, sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama melalui piagam Madinah. Keempat, merancang sistem pertahanan  negara melalui konsep jihad fisabilillah.
Maka Anis Matta dan dalam bukunya ingin menegaskan bagaimana insitusi negara, dalam konsep Islam,dijadikan sarana untuk menegakkan sebuah peradaban, atau dengan kata lain, negara bukanlah akhir,tapi justru merupakan awal dari sebuah peradaban.
Anis Matta menyebut masalah kita saat ini  kaum muslimin adalah  risalah yang agung ini tidak lagi di bawa oleh manusia – manusia yang besar akal-akal raksasa itu tidak lagi hadir di tengah masyarakat.Justru  ketika kaum muslimin sedang menghadapi tantangan era ilmu pengetahuan dan teknologi para negarawan besar itu tidak lagi hadir di tengah percaturan poltik kita, justru ketika kaum muslimin sedang merangkak dengan susah payah dalam  pergolakkan kemiskinan dan keterbelakangan serta konflik tangan–tangan perkasa para mujahidin  tidak lagi melindungi nyawa kaum muslimin.

Dalam bab lain juga Anis Matta  menceritakan tidak hanya risalah agung yang tidak lagi di bawa oleh orang-orang besar saja namun banyak masalah-masalah fundamental di kaum muslimin saat ini secara gamblang dijelaskan beliau adalah tidak adanya sang arsitek masa kini yang dulu pernah mengoncang peradaban dunia dengan temuan-temuannya itu. Serta akal-akal kaum  muslimin yang tidak sanggup memahami sumber ajarannya sendiri. Ditambah  lagi kegagalan  dakwah parsial  sehingga inilah yang membuat celah pertahanan dalam kaum  muslimin, membuat pihak asing selalu mendikte percaturan politik kita. Sehingga sulit untuk menjalankan syariah islam dalam sebuah negara karena memang ummat tidak  sanggup memahami ajaran mereka sendiri.

Di dalam negeri sendiri Islam di Indonesia menurut Anis Matta berpendapat bahwa gerakan-gerakan pemikiran Islam yang dibangun sebagai kekuatan pro-sekuler didalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik yang dulu bernama gerakan pembaharuan maupun yang reinkarnasinya kini bernama Islam Liberal, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang orisinil, komprehensif, berlandaskan metodologi yang kokoh dan output empiris yang sukses. Sementara, permasalahan lain dari gerakan sekuler seperti Islam Liberal adalah ketergantungan mereka akan dukungan politik, media dan dana dari Barat.Sehingga ummat di Indonesia mudah tergerus oleh arus demokrasi liberal yang mendewakan nasionalisme.

Namun menurut anis matta proyek sekulerisme juga akan gagal dalam dunia islam dalam hal ini anis matta  menjelaskan dua perspektif aqidah dan rasio. Secara aqidah kegagalan ini hanyalah pembuktian empiris dari janji Allah SWT. Untuk mengabadikan  Islam. Tapi penjelasan  rasionalnya adalah kekuatan sekuler di dunia Islam tidak bersumber dari dunia Islam, tapi dari Barat atau Timur. Rezim-rezim diktator telah menciptakan penderitaan rakyat yang panjang, kegagalan membangun telah menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap janji-janji modernisasi.

Maka menurut Anis Matta itulah sebabnya, hampir tidak cukup penting merespon ide-ide gerakan ini, di samping karena secara substasial memang kosong. Secara struktural gerakan ini sangat rapuh.

Maka Anis Matta menyimpulkan tiga langkah  dalam bukunya pada kebangkitan peradaban Islam yaitu yang pertama,  kita harus memperbarui afiliasinya kepada islam kembali. Sebab keislaman kaum muslimin saat ini lebih banyak di bentuk oleh warisan lingkungan sosial, bukan dari pemahaman dan kesadaran yang mendalam tentang Islam. Kedua setelah memperbarui keislaman kaum muslimin dengan memperbaiki pemahamannya kepada Islam, setiap individu muslim harus kita bawa ke dalam komunitas muslim yang besar, dimana ia menjadi bagian  dari masyarakat dan berpartisipasi dalam membangun masyarakat tersebut. Pada tahapan kedua ini, yaitu tahapan partisipasi, manusia   telah melebur  dalam masyarakatnya dan berpartisipasi dalam membangun masyarakat tersebut, maka pada tahapan ketiga, kita perlu menjamin bahwa setiap orang yang berpartisipasi itu benar-benar dapat mencapai tingkat paling optimal dalam memberikan kontribusi kepada Islam.

Menurut Anis Matta juga diperlukannya kosolidasi kembali ummat dengan memperkokoh jaringan harus jadi agenda utama. Setiap da’i dan gerakan da’wah sekarang, bahwa setiap muslim individu muslim sekarang saat ini harus memperbarui kembali komitmennya kepada risalah dan jalan hidupnya sebagai muslim.

Di akhir tulisan beliau mengajak semua kaum muda untuk bangkit kembali, pemuda yang telah melopori kebangkitan nasional, pemuda yang telah melopori sumpah pemuda, pemuda yang mengambil andil yang besar dalam kemerdekaan bangsa ini, pemuda yang telah menumbangkan orde lama, pemuda yang telah melengserkan orde baru, masalah dalam bangsa kita, masalah konsistensi dan tidak punya firasat. Mungkin memang harus begini kejadiannya bahwa sejarah menghendaki kita melangkah lebih cepat untuk menyelamatkan bangsa ini. Maka, biarlah dengan sedikit memaksakan diri kita berkata kepada mereka: ”Beri kami lebih banyak kesempatan untuk terlibat, dan izinkankan kami menata ulang taman Indonesia, biar kami buat kalian tersenyum sebelum senja tiba. Ajakan ini sekaligus menjadi motivasi yang besar bagi generasi muda kini untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, yang dalam istilahnya untuk ”Menata Ulang Taman Indonesia.” Buku ini secara garis besar memberikan peta konsepbagi generasi muda kini untuk melakukan kiprah, gerakan dan tugas intelektualnya dakam konteks kenegaraan. Jadi, bagi siapapun yang tertarik untuk mendapatkan pencerahan dan pembelajaran tentang bagaimana kita melangkah menata negeri ini, buku ini perlu dibaca. Setidaknya, bisa memberikanpemikiran-pemikiran bagi gerakan untuk perubahan kedepan menuju kondisi ummat yang lebih baik.
FIRMAN ALLAH SWT: ”SESEUNGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MERUBAH KEDAAN SUATU KAUM SAMPAI MEREKA MERUBAH DIRI DIRI SENDIRI” (AR-RAD: 11)

KAMMI MIPA UNDIP Meraih Gelar Juara 3 Kader Berprestasi Lomba MILAD KE-16 KAMMI

Oleh : Anisa Nurina (Komsat Mipa UNDIP)
Istajib Sulton Hakim
Dengan Cinta, Ciptakan Karya
Hakim, begitulah ia disapa. Ia percaya bahwa rasa cinta akan membuat semua orang bergerak melakukan apa saja untuk yang dicintainya. Baginya, cinta kepada agama dan bangsa perlu ditanamkan agar menghasilkan dampak baik dengan karya-karya hebat para pemudanya. Bahkan dengan cinta, siapapun mampu mengubah suatu yang mustahil menjadi mungkin adanya. 

Prinsip tersebut Hakim bawa dan buktikan dalam setiap organisasi yang diikuti dan dipimpinnya. Mencintai setiap aktivitas menjadi modal untuk memberikan banyak kontribusi untuk Islam dan Indonesia. Menjadi Wakil Ketua Senat FSM UNDIP 2013 dan Ketua Dewan Partai Mahasiswa Andalan UNDIP 2013, serta menjadi Ketua dalam berbagai acara besar Fakultas Sains dan Matematika (FSM) seperti Training ROHIS 2 dan UNDIP Science Fair (USF) pada tahun 2012 dan Gerakan UNDIP Bersih oleh KAMMI KOMSAT MIPA UNDIP pada tahun 2013.

Tak sekadar menjadi seorang organisatoris, Hakim menyadari bahwa untuk menciptakan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat ia harus memiliki keahlian spesifik di bidang yang ia cintai, sains dan teknologi. Semester lalu ia menjadi asisten di Lab. Elektronika Dasar dan saat ini di Lab. Fisika Dasar di Jurusan Fisika FSM UNDIP. Hakim banyak melakukan riset yang juga ia ikut sertakan dalam berbagai kompetisi regional, nasional, maupun internasional. Penerima hibah penelitian FSM UNDIP (2013), Juara 1 Science Project OSN Pertamina Regional JATENG (2013), Juara 3 Science Project OSN Pertamina Nasional Produk Unggulan (2013), Finalis 50th Best Paper Pekan Ilmiah Hokaido Jepang (2013),  dan tahun ini untuk PKM Bidang Penelitian didanai DIKTI.

Saat ini Hakim sedang menyelesaikan studinya semester 6 di Jurusan Fisika (S1) dengan peminatan Elektronika dan Instrumentasi, Universitas Diponegoro, Semarang. Disamping itu, ia menjadi Ketua Komisariat MIPA UNDIP periode 2014.

Hakim akan terus menanamkan rasa cinta dalam setiap aktivitas yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi perubahan agama dan bangsanya. Karena ia ingin menjadi bagian dari perubahan bangsa dengan karya-karya hebat pemudanya. Tak diam, karena cinta butuh karya sebagai buktinya.

KAMMI MIPA UNDIP Meraih Gelar Juara 2 Kader Berprestasi Lomba MILAD KE-16 KAMMI

Oleh : Anisa Nurina (Komsat Mipa UNDIP)
Syarifah Fadhilah Nasution
Bergerak Nyata Ciptakan Karya
Ifa begitu ia biasa disapa. Hausnya akan ilmu ia buktikan dengan tekadnya melanjutkan studi di tanah seberang, dari Sumatera menuju Jawa. Ifa yakin, bahwa bergerak adalah modal utama manusia meraih kesuksesan dan mampu melangkah menuju sukses selanjutnya. Ide-ide besar hanya akan menjadi sebuah ide jika tak ada yang mau mengawalinya, begitupun sebaliknya dengan ide-ide sederhana yang pasti akan menjadi nyata jika ada yang mau bergerak mengawalinya. Ifa memilih untuk bergerak memberikan karya nyata bagi Islam dan Indonesia.

Ifa membuktikan pilihannya untuk terus bergerak dengan bergabungnya ia dalam berbagai organisasi. Menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), membuatnya lebih dekat untuk merangkul teman-temannya untuk bergerak dan berkontribusi lebih banyak. Bergabungnya ia  dalam Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) juga membuatnya sadar bahwa Islam membutuhkan kontribusinya dalam syiar, yang semakin lama semakin dijauhi oleh para pemudanya. Kemampuan organisasinya inipun Ifa bawa dan buktikan pada beberapa organisasi riset yang ia ikuti. Ifa bertekad akan memberikan karya nyata yang memberikan banyak dampak perubahan bagi bangsa dengan menghasilkan karya-karya hebat melalui sains dan teknologi.

Berbagai karya nyata sudah banyak Ifa hasilkan dan tak jarang ia ikut sertakan dalam berbagai kompetisi tingkat lokal, regional, maupun nasional. Di tingkat regional, menjadi Finalis Lomba Technopreneur dan Juara 2 Ide Terbaik dalam Pelatihan PKM yang diselenggarakan oleh Research Incubator Center (RIC) tahun 2013. Penerima dana hibah untuk PKM-P pada tahun 2012 dan 2014. Menjadi Finalis 5 Besar Lomba Agroindustrial Fair IPB dengan karya “Nano Bioetanol” tahun 2013. Hingga di tingkat nasional, menjadi Juara 3 Lomba Essay di UPN Yogyakarta pada tahun 2014.

Kepawaiannya dalam menulis gagasanpun tak hanya di bidang sains dan teknologi, karena Ifa-pun menyadari bahwa banyak sarana untuk mempengaruhi yang lain di berbagai bidang. Hal ini ia buktikan dengan ikut sertanya ia dalam Gebyar Psikologi UNDIP dan lolos menjadi Juara 2 Essai tahun 2013.

Saat ini, Ifa sedang menyelesaikan studinya semester 4 di Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro, Semarang. Disamping itu, saat ini ia menjadi Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) di Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia serta menjadi Staff Kajian Strategis (KASTRAT) KAMMI Komisariat MIPA UNDIP.

Dengan kesibukan organisasi dan akademiknya, serta karya yang telah banyak mengantarkannya pada berbagai pengahargaan, ia tak akan berhenti sampai titik ini. Tak ada kata berhenti untuk memberikan karya nyata untuk perubahan bangsa, tak ada kata istirahat. Baginya, sukses adalah hak setiap manusia. Ifa tak ingin hanya sukses bagi dirinya saja. Tapi ia akan bergerak nyata untuk menciptakan banyak karya serta menularkan semangat berkarya bagi orang-orang yang ada disekelilingnya. 
 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger