Headlines News :

Pernyataan Sikap Ketua KAMMI Semarang 2012-2014 Tentang LPJ Dana Hibah Kota Semarang 2014


Assalamualaikum.Wr.Wb Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                 : Barri Pratama
Id KTP              : 3310101405890001
Jabatan              : Ketua Umum KAMMI Semarang 2012-2014
Dengan ini menyatakan telah menjalankan amanah KAMMI Semarang 2012-2014 dengan baik. Bahwa dalam kepengurusan kami, KAMMI Semarang mendapatkan bantuan hibah benar adanya, dan KAMMI Semarang telah menyelesaikan segala urusan pertanggungjawaban (lpj) dana hibah 2014 hingga tuntas. Dalam aksi KAMMI Semarang kemarin terkait "lkpj dan prestasi kota semarang yang minim" disambut oleh kepala kesbangpol dengan beberapa pernyataan yang keliru perlu sekiranya saya keluarkan pernyataan balik sebagai bentuk klarifikasi. Dalam aksi tersebut dikatakan "kammi telah mendapatkan hibah, kenapa kammi masih aksi?" dan "lpj tahun kemarin saja belum ada". Maka saya pribadi dan selaku mantan ketua umum kammi semarang 2012-2014, sangat merasa terdzolimi dan menyayangkan atas pernyataan kepala kesbangpol di beberapa media yang mencoreng nama baik saya dan nama baik organisasi KAMMI Semarang. Saya berharap kepala kesbangpol kota semarang, bapak kuncoro yang sudah saya anggap sebagai bapak sendiri memberikan klarifikasi yang baik dan meminta maaf atas pernyataan tersebut. Saya percaya kesbangpol merupakan cerminan dari pemerintah kota semarang.
Demikian isi dan maksud surat yang saya nyatakan guna memperbaiki nama baik kammi semarang juga nama baik walikota. Sekian Wasalam


Ketua KAMMI Semarang 2012-2014
Barri Pratama

KAMMI Semarang : Kritisi Kinerja Pak Walikota, Mahasiswa Ditagih Janji yang telah Dilunasi

SEMARANG, kammisemarang.or.id – Jumat, 24 April 2015 bertepatan dengan pelaksanaan sidang paripurna LKPJ AMJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan), puluhan mahasiswa yang terhimpun dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang menggelar aksi tepat di depan pintu Gedung DPRD Kota Semarang.

Aksi yang dipimpin oleh Ketua KAMMI Semarang M. Khanif Nasukha, menilai kinerja Pemerintah Kota Semarang yang belum berhasil mewujudkan Kota Semarang setara dengan kota – kota besar lainnya. Hal ini disebabkan karena targetan yang telah dipatok pemkot sangat minimal sehingga tidak ada prestasi yang signifikan. Menurutnya, visi Kota Semarang saat ini hanya menjadi sebuah angan-angan kosong yang hanya dijadikan jargon saja tanpa realisasi nyata.

Dalam aksi tersebut, mereka menggelar aksi teatrikal dengan menganugerahkan “Piala Citra Tanpa Prestasi” kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Hal ini menggambarkan bahwa hanya ada pembangunan citra baik dengan banyak terpampangnya foto Walikota dimana-mana. Pencitraan maksimal, namun prestasi minimal.

Berdasarakan kajian dan diskusi yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk kajian yang menghadirkan Wali Kota Hedrar Prihadi sebagai narasumbernya dan pada saat itu berhalangan hadir, terdapat banyak catatan merah yang krusial selama kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, diantaranya :
  1.  Pengentasan angka kemiskinan yang cenderung stagnan yang hanya turun 4% saja, yaitu masih ada 373.978 warga miskin Kota Semarang dari 1.739.989 jiwa, yaitu sekitar 21% warga miskin kota.
  2.  Penanganan banjir dan rob yang tidak optimal, sehingga menambah titik-titik banjir yang semakin banyak.
  3. Pembangunan infrastruktur yang lambat, terutama pembangunan transportasi yang tidak sesuai target padahal anggaran yang telah dialokasikan cukup besar.
  4. Ruang Terbuka Hijau yang pembangunannya setengah hati, hanya tercapai 9% dari target 20% RTH Kota Semarang.
  5. Hilangnya kas daerah 22,7 M menunjukkan lemahnya pengamanan uang rakyat.
  6. Misteri pembelian Oudetrap 8,7 dan Kontroversi Rencana Pembangunan Trans Studio di area TBRS.

Aksi tidak mendapat perlindungan khusus dari pihak keamanan, dan berjalan secara damai. Mahasiswa sempat berusaha memasuki ruangan rapat paripurna berlangsung untuk bertemu dan menyerahkan langsung Piala Citra tanpa Prestasi kepada Walikota, Hendrar Prihadi. Usaha memasuki ruangan, dihadang oleh petugas Satpol PP, hingga tidak bisa memasuki ruangan, dan langsung mendapat perlindungan penuh dari petugas Satpol PP.  Setelah itu tiba-tiba Kepala Kesbangpol Pemkot Semarang, Kuncoro keluar dan memberikan statmen.

Kuncoro mengatakan “Tahun 2014 KAMMI dapat dana hibah 20 juta, apa itu bukan prestasi dari Pemkot Semarang ?, Pemerintah mana yang memberi dana hibah ke KAMMI 20 juta ?. 
Padahal dana hibah adalah hak bagi organisasi kemasyarakatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 39 Tahun 2012.  Dalam Statmen itu pak Kuncoro menganggap dana hibah adalah dana untuk membungkam suara masyarakat.     

Selain itu Kuncoro juga menagih LPJ dana hibah yang telah diberikan pemkot. Padahal, laporan keuangan dana hibah yang diberikan telah rampung dilaporkan di tahun 2014 yang sampai saat ini masih lengkap semua berkasnya.

Pembelaan dari pihak Pemkot Kota Semarang meluas hingga pembahasan penampilan salah satu orator aksi yang hanya memakai sandal jepit. Pemkot dianggap tidak merakyat ketika seorang yang memakai sandal jepit dirasa tidak pantas memasuki Gedung Mewah DPRD Kota Semarang.


Aksi ditutup dengan do’a bersama, sebagai bentuk aksi damai dan bentuk permohonan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang agar selalu amanah menjalankan tugas rakyat. Aksi diakhiri dan bersalaman dengan pihak pemkot Kota Semarang serta petugas Satpol PP yang berada di tempat kejadian. -Redaksi KAMMI Semarang-

Aksi Simpatik Peringatan Kartini


SEMARANG, kammisemarang.or.id - Selasa (21/4) tepat saat peringatan Hari Kartini KAMMI Semarang mengadakan aksi simpatik turun ke jalan bersama SPI dan komunitas peduli hijab di Bundaran Tugumuda, Semarang.

Peringatan Hari Kartini merupakan hari yang melambangkan lepasnya perempuan Indonesia dari belenggu pola pikir terjajah.

Dalam aksinya, KAMMI Semarang menyuarakan sikap kecolongan pemerintah dan lemahnya hubungan diplomasi Indonesia-Arab Saudi dalam perlindungan terhadap TKW Indonesia yang dihukum mati di Arab Saudi yaitu Siti Zaenab (dihukum mati tanggal 14 April 2015) dan Karni Binti Medi Tarsim (dihukum mati tanggal 16 April 2015). 

Peristiwa tersebut merupakan cermin dari keadaan Kartini Indonesia yang belum merdeka. KAMMI Semarang menuntut agar  pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bersikap proaktif atas terjadinya tragedi hukuman mati TKW di Arab tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan mengupayakan keringanan bagi 227 orang TKI lainnya (di berbagai negara) yang sedang menunggu hukuman mati.

Eratkan (Lagi) Puing-Puing yang Terpisah



(Semarang-Hotel Serrata)
Pembahasan inti dari gathering alumni KAMMDA Semarang (4/4) adalah pembentukan tim alumni dalam rangka merumuskan sistem pengelolaan alumni. Beberapa usulan dan suntikan semangat para alumni disampaikan. Pak Arif Eka menyampaikan ada 3 inti pokok adanya alumni yaitu urun doa, urun rembug dan urun sangu. "Karena KAMMI potensinya besar," imbuhnya. Pak Hadi menambahkan seharusnya diadakan gerakan berbasis profesi karena tidak semua menjurus ke politisi. Akhirnya terpilihlah 5 orang koordinator alumni yaitu Pak Fris , Pak Shoheh, Pak Arif Eka, Bu Barti Maya dan Bu Ninin Kholida. Merekalah yang akan merumuskan konsep cikal bakal forum alumni KAMMI Daerah Semarang. Sarasehan yang dihadiri oleh perwakilan 17 komisariat dan seluruh pengurus KAMMI Daerah Semarang 2014-2016 ditutup dengan foto bersama. Gathering kali ini berhasil mengumpulkan puing-puing gerakan yang telah lama hilang dan terpisah. Aroma mahasiswa berhasil dihadirkan oleh para mantan aktivis KAMMI Daerah Semarang yang saat ini kontribusinya tersebar di seluruh penjuru negeri. "Jadikan Ukhuwah Seindah Pelangi, Meraih Berkah dan Menebarkannya di Bumi" menjadi tema yang sesuai untuk gathering alumni yang hangat ini. Allahu Akbar !! Terdengar pekikan terakhir pengobar semangat.

-- Redaksi KAMMI Semarang


 

Total Tayangan Laman

Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger