Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah


Assalamu'alaikum Sahabat KAMMI...
Tidak terasa hari besar umat muslim telah datang kembali setelah setahun lamanya menunggu...
Menanti untuk berlomba dalam kebaikan, keberkahan, dan kebermanfaatan....
Semua itu bukan tanpa harapan,,, harapan untuk menggapai ridhoNya....
Kami dari Keluarga Besar KAMMI KOMSAT Polines mengucapkan...
"SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1437 H"
Selamat berqurban bagi yang menunaikan semoga ikhtiar demi ikhtiar yang telah dilakukan selama ini membuahkan surga. aamiin
Jangan bosan untuk berikhlas, berbagi, dan bermanfaat untuk saudara2 dan orang-orang di sekitar kita ya....
Semangat!
Don't forget!
📲 Terus ikuti perkembangan dan pergerakan KAMMI Komisariat Polines melalui Official account kami di�🏻
Twitter : @kammipolines
Instagram : kammipolines
Facebook : Muslim Negarawan Polines
Web : mmipoli.blogspot.co.id
OA Line : @hjf5806q
See you..
Wasalamu'alaikum...

Dakwah, Pantang Menyerah

Pada kondisi apapun dakwah tak boleh surut ke belakang. Ibarat pasukan Thariq bin Ziyad yang gagah berani menghadang musuh, sementara kapal yang ditumpangi nyaris habis dilalap api. Begitulah seharusnya kita menghadapi beratnya tantangan dakwah. Manuver-manuver dakwah tak boleh diistirahatkan, karena gelombang kebatilan yang melanda masyarakat begitu derasnya siang dan malam. Perseteruan antara haq dan batil tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat, yang bila salah satu kekuatan ini mengendor maka yang satunya akan mengalahkan yang lain. Dan pemenangnya bisa haq kalau serangan yang dibangun oleh pendukung haq itu kuat. Kebatilan bisa menjadi nomor satu bila pertahanan haq sangat lemah, oleh karenanya dakwah harus gencar setiap saat dan tidak boleh berhenti atau dihentikan.
Fenomena lesu dakwah, telah Rasulullah saw antisipasi dalam sebuah haditsnya,”Setiap amal ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa
 

Bambu Runcing vs Meriam

Perang merebut kemerdekaan telah jauh berlalu. Keringat dan darah bahkan nyawa telah banyak menjadi korban. Harga yang begitu berharga untuk sebuah kata ‘merdeka’. Pilu tak dirasa hanya semangat bergelora yang berkuasa di dalam dada. 
  
Semangat yang menguatkan jiwa-jiwa yang haus akan kebebasan. Semangat yang memberi kekuatan, memberi nyawa pada bambu-bambu runcing untuk bertaruh dengan pistol, bedil atau meriam, yang bahkan bisa saja meghancurkan raga mereka dengan sekali tembak. Berkeping-keping. Namun betapa besar semangat juang mereka, hingga semua itu tak pernah dirasa begitu menakutkan, meski bambu runcing, meski hanya sebilah pedang. Namun kita lihat sekarang, kemerdekaan telah ditangan. Tergenggam begitu erat oleh kita, bukan mereka. Bukan pemuda-pemuda dulu yang mendengar rentetan peluru menggema, yang melihat raga-raga sanak saudara berlumur darah. Bukan mereka yang dengan sigap, tanpa rasa takut menghadang penjajah.
Lihatlah kawan, kemerdekaan kitalah yang menggenggam. Seberapa besarkah rasa cintamu pada bumi yang kita pijaki ini, lihatlah ke belakang seberapa besar mereka bertaruh hingga nyawa tak dirasa berharga daripada berpijakmu di sini saat ini. Apakah kamu pernah terpikirkan, betapa mereka tak takut dengan granat yang bisa saja dilempar tepat di atas kepala mereka untuk berjuang dan membiarkanmu saat ini menari, berpijak, berlari di bumi yang kita sebut dengan INDONESIA ini?
Begitulah merekabegitu besar rasa cinta itu kepada negeri ini. Barangkali mereka bodoh, mengapa tak menciptakan senjata sendiri, mengapa tak membuat siasat yang mengalahkan kelicikan para penjajah. Ataukah penjajah yang terlalu cerdas?
Boleh saja mereka tak sepandai anak-anak negeri saat ini, boleh saja mereka memang bodoh. Bahkan mereka bodoh mengapa melawan senapan dengan bambu runcing?
Tapi apa kita bisa mengelak sekarang, merekalah yang memberi kemerdekaan kepada kita. Seolah seperti kita tengah duduk menunggu kemudian mereka dengan berdarah-darah memberikan INDONESIA ke pangkuan kita.
Sungguh harga yang begitu mahal. Masihkah kita pantas berpangku tangan dan bermalas-malasan, menyesalkan segala keterbatasan dibandingkan negara lain untuk bersaing. Padahal dahulu nenek moyang kita tak pernah takut menghadapi meriam, meski yang mereka miliki hanya bambu runcing.
Saat ini senjata bukan lagi alat yang tepat untuk menghancurkan musuh. Terlalu kentara untuk menyatakan perang. Sadarkah kita, kita memang tak sebodoh mereka dahulu. Kita telah jauh pintar. Tantangan kita sekarang adalah apakah kepintaran, dan gelar-gelar hebat itu mampu mengalahkan penjajahan yang tentu saja sudah jauh berbeda dengan dahulu.
Sadarkah kita, pemuda menjadi sasaran paling rawan dalam perang masa kini. Bukan lagi peluru tapi buaian modernitas, narkoba, budaya konsumtif dan pengaruh lain yang dapat merusak, seperti video dewasa dan kekerasan yang diajarkan melalui video atau sarana lainnya. Secara tidak langsung pemuda yang tidak sadar akan hanyut terbawa arus dibawah kendali mereka.
Pemuda adalah generasi penggerak kemajuan bangsa yang berada di garda terdepan. Sebuah negara akan hancur ataupun maju akan ditentukan oleh bagaimana kondisi para pemudanya.
Pemuda yang memiliki semangat yang tinggi untuk memajukan bangsanya bisa jadi dapat membentuk negara yang kuat dan tahan banting di segala aspek. Sedangkan negara yang pemudanya mudah terpengaruh akan mudah diombang ambingkan oleh perkembangan dan perubahan kondisi global yang terus berubah. Seperti halnya benda langit yang bergerak tanpa jalur orbit yang pasti akan mudah bertabrakan satu sama lain. Begitupun pemuda, selayaknya mempunyai jalur orbit tertentu agar rotasi dan revolusinya selalu berirama dengan pergerakan semesta sehingga tidak bertabrakan dan hancur.
Tanah ini rindu semangatmu. Negeri ini haus akan derap langkah saling bersatu. Udara ini telah lama rindu oleh segarnya hembusan nafasmu bukan nafas cerobong-cerobongindustri asing yang semakin lama kian mengotori alam kita.
Lalulah mengapa justru kita sendiri yang menusuk Ibu pertiwi yang selama ini menimang kita? Lalulah mengapa kita yang perlahan membunuhnya sementara pemuda dahulu memerdekakannya? 
Bangunlah...!!! Angkat bambu runcingmu, meriam-meriam penjajah telah berada di gerbang depan jauh lama sebelum subuh. Kita perlu bersiap, karena jika kita baru terbangun saat dhuhur, bisa kau bayangkan apa yang telah mereka perbuat untuk rumah kita ini. INDONESIA!
Wallahua’lam bishawab 

by : zahranisa

Refleksi Diri Generasi Muda di Hari Kemerdekaan Indonesia


Kita sebagai generasi muda harus mengisi kemerdekaan dengan hal positif. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk masyarakat dan bangsa. Salah satunya membuat karya dan berpretasi. Hal tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya. Kita menyadari bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan negara lain. Bahkan prestasi tingkat Internasional sering didapatkan untuk mengharumkan Indonesia. Diambil dari berbagai sumber inilah prestasi generasi muda yang dapat menjadi cambuk oleh generasi muda lainnya.

Yang pertama Tim developer muda yaitu None Developers yang berasal dari Universitas Trunojoyo, berhasil keluar sebagai runner-up Imagine Cup 2016 tingkat dunia untuk kategori Games dengan karya mereka, Froggy and the Pesticide. Kompetisi diselenggarakan oleh Microsoft di Amerika. Keempat anggota None Developers, yakni M. A. Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon.

Prestasi lainnya diperoleh tim Olimpiade Biologi yang berhasil membawa 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu ke Indonesia di ajang Olimpiade Biologi Internasional (IBO) ke-27 di Hanoi, Vietnam. Berlangsung pada 17-23 Juli 2016. Generasi muda yang mengharumkan nama bangsa tersebut antara lain Wilson Gomarga dari SMAK IPEKA Sunter Jakarta meraih medali emas, Robin Chandra dari SMAK 3 Penabur Jakarta meraih medali Perak dan Fatin Camilla Azhary dari SMAN 1 Kendal yang medali perunggu.

Perolehan medali emas di ajang bergengsi International Exhibition for Young Inventors (IEYI) yang digelar di Harbin, China, pada 15-20 Juli 2016. Medali emas diraih atas karya inovasi berjudul D-box CC (Detector Box for CO and CO2) yang merupakan karya Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan dari SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Medali perak diraih oleh invensi berjudul "Smart Trash Bin" yang merupakan karya Ryan Timothy Abisha dari Sampoerna Academy Jakarta.  Special Award from Singapore dan Special Award from Thailand berhasil diraih oleh invensi "Flood Mitigation System" atau Sistem Mitigasi Banjir. Penemunya adalah Asep Muhamady Anwar Salim bersama Muchammad Alfarisi dari SMK Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat.

Indonesia meraih medali perunggu di pekan olahraga pelajar ASEAN 2016 atau dikenal dengan nama 8th ASEAN School Games yang berlangsung di Chiang Mai, Thailand pada 21–29 Juli 2016. Event ini merupakan ajang olahraga bagi pelajar se-Asia Tenggara dibawah 18 tahun. Pertandingan sendiri diadakan di 700th Sport Complex, Chiang Mai, Thailand.

Mahasiswa Indonesia asal Solo Jawa Tengah kelahiran tahun 1993, pada Rabu (4/5/2016) Aris Saifuddin ar Rifqany mengharumkan nama bangsa karena mampu mengukir prestasi  di bidang hifdzil mutun (hafalan matan kitab hadits, kitab fiqh dan kitab tauhid) se kampus Universitas Islam Madinah (Jamiah Islamiah Madinah al Munawwarah) dengan menyabet juara satu dengan nilai A+ mengalahkan 700 peserta dari mancanegara.

Kabar gembira datang dari Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro, Brazil. Saat ini perolehan medali sementara Indonesia diperoleh oleh  Sri Wahyuni (22) yang meraih medali perak lewat angkat besi kelas kelas 48 kg putri. Dan Eko Yuli Irawan (27) dengan meraih perak lewat angkat besi kelas 62 kilogram.

Pretasi tersebut tidak dapat di peroleh dengan berdiam diri. Diperlukan disiplin dan kerja keras. Inilah waktu untuk refleksi diri bagi generasi muda. Hal apa yang telah kita berikan kepada masyarakat... kepada bangsa Indonesia...

Dirgahayu Indonesia ke 71...






KAMMI Itu Bukan Pergerakan Mahasiswa Biasa!

Assalamu'alaikum...
Tahukah kalian pergerakan apakah KAMMI itu ?
KAMMI bukanlah pergerakan mahasiswa biasa.... Karena KAMMI merupakan pergerakan para aktivis dakwah, aktivis intelektual, dan mencetak calon pemimpi masa depan...
------------------------------
------
📲 Terus ikuti perkembangan dan pergerakan *KAMMI Komisariat Polines* melalui Official account kami di 👇🏻
Twitter : @kammipolines
Instagram : kammipolines
Facebook : muslim negarawan polines
Web : mmipoli.blogspot.com
See you !

 
Support : Redesign Website | AFLAH WEB
Copyright © 2013-2014. Official Website KAMMI Semarang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger